Selvi Ananda Tekankan Pentingnya PAUD untuk Karakter, Bukan Calistung

- Senin, 17 November 2025 | 13:50 WIB
Selvi Ananda Tekankan Pentingnya PAUD untuk Karakter, Bukan Calistung
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Menurut Selvi Ananda - Fokus Karakter, Bukan Akademik

Selvi Ananda Soroti Pentingnya PAUD untuk Bentuk Karakter, Bukan Fokus Calistung

Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, secara tegas menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD memegang peranan krusial sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral seorang anak. Menurutnya, nilai-nilai dasar inilah yang akan menjadi bekal terpenting untuk masa depan generasi muda.

Pernyataan ini disampaikannya secara langsung dalam acara Puncak Apresiasi Bunda PAUD yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Selvi menjabarkan pandangannya mengenai esensi dari pendidikan usia dini.

PAUD Adalah Fondasi, Bukan Beban Akademik

Selvi Ananda menegaskan bahwa masa PAUD seharusnya tidak dijadikan momen untuk membebani anak dengan target-target akademis, seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Ia menyatakan bahwa fokus pendidikan pada anak usia dini seharusnya adalah bermain sambil belajar, berinteraksi sosial, dan yang terpenting, membangun karakter serta moral.

"PAUD ini dinilai sangat penting, saya pribadi juga menilai ini adalah sangat penting. Karena apa? Karena inilah fondasi untuk anak-anak ke depannya. Di sinilah anak akan diajarkan pendidikan karakter dan pendidikan moral yang baik," ujar Selvi.

Ia mengingatkan agar anak-anak tidak sampai kehilangan masa kecilnya hanya karena dipaksa untuk menguasai kemampuan akademik di usia yang terlalu dini. Tekanan untuk bisa calistung sebelum masuk Sekolah Dasar justru dapat merenggut hak anak untuk mengalami tahap perkembangannya secara alami.

Setiap Anak Memiliki Bakat dan Kecepatan Belajar yang Berbeda

Selvi Ananda juga memberikan pesan penting agar orang tua dan pendidik tidak membanding-bandingkan kemampuan satu anak dengan anak lainnya. Setiap individu, menurutnya, dilahirkan dengan bakat dan minat yang unik.

"Saya sangat yakin setiap anak itu memiliki bakat masing-masing. Bisa saja di usia 6 tahun, anak saya belum lancar membaca, sementara anak lain yang seusianya sudah mampu membaca buku cerita. Itu hal yang wajar," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda. Perbedaan usia bahkan hanya satu bulan saja dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan anak. Oleh karena itu, membandingkan anak justru menjadi tidak relevan dan dapat berdampak negatif pada kepercayaan dirinya.

Peran Guru dan Kolaborasi dengan Orang Tua

Dalam paparannya, Selvi turut menyoroti peran vital guru PAUD. Pendidik diharapkan dapat membimbing anak sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing, tanpa paksaan dan tanpa memberikan beban akademik yang tidak sesuai dengan usianya.

"Tugas kita adalah membentuk anak sesuai dengan minat dan bakatnya, mengarahkannya ke hal-hal yang positif. Yang terpenting adalah anak memiliki pendidikan karakter dan moral yang baik di usia emasnya," tutur Selvi.

Tak lupa, ia menekankan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Kerja sama yang harmonis antara orang tua dan guru dinilai sangat penting untuk memastikan konsistensi dalam penanaman nilai-nilai karakter kepada anak.

"Peran aktif orang tua mutlak diperlukan. Pendidikan dasar dimulai dari keluarga, di mana orang tualah yang pertama kali memberikan pendidikan kepada anak-anaknya," pungkas Selvi Ananda menutup pernyataannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler