Iran Klaim Kuasai Penuh Selat Hormuz Usai Serangan Rudal ke Israel dan AS

- Kamis, 02 April 2026 | 06:30 WIB
Iran Klaim Kuasai Penuh Selat Hormuz Usai Serangan Rudal ke Israel dan AS

TEHERAN – Kontrol penuh atas Selat Hormuz kini diklaim berada di tangan Iran. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu (1/4/2026).

Menurut sejumlah saksi dan analisis yang dirilis IRGC, intensitas serangan rudal Iran ke Israel dan beberapa titik di Timur Tengah sejak dini hari tadi justru bertolak belakang dengan pernyataan resmi Tel Aviv dan Washington. AS dan Israel sendiri mengklaim bahwa 90 persen serangan telah berhasil ditangkis.

“Narasi itu terus dipropagandakan oleh pejabat AS dan Israel,” begitu bunyi pernyataan IRGC, yang terasa menusuk.

Sejak pagi buta tanggal 1 April, personel angkatan laut IRGC disebut telah menjalankan lima operasi besar. Operasi ini merupakan bagian dari gelombang ke-89 yang dinamai “True Promise 4”. Mereka memadukan rudal balistik, rudal jelajah Qadeer, dan drone serang untuk menghantam target-target militer utama milik AS dan Israel.

Serangan pertama dikabarkan berhasil menghancurkan dua sistem radar pertahanan udara milik pasukan AS. Radar peringatan dini itu ditempatkan di sebuah struktur maritim di perairan dan pulau-pulau Uni Emirat Arab. IRGC menyebut penghancurannya dilakukan dengan presisi tinggi.

Tak berhenti di situ.

Sebuah kapal tanker minyak berbendera Israel, yang diidentifikasi sebagai “Aqua 1”, juga menjadi sasaran. Kapal itu diserang di perairan Teluk Persia bagian tengah. Laporan menyebutkan kapal tersebut terbakar setelah dihantam rudal.

Gambar perbandingan kekuatan militer Iran dan Israel beredar, memperlihatkan peta kekuatan yang seolah ingin ditunjukkan Tehran. Namun begitu, klaim-klaim di lapangan masih perlu diverifikasi secara independen.

Yang jelas, pernyataan IRGC ini semakin memanaskan ketegangan di kawasan. Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak global, kini menjadi pusat perhatian sekali lagi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar