“Kami sudah simulasi, sudah siapkan dana-dananya untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka ada Rp 17 miliar lebih,” tuturnya lagi.
Tapi itu baru sebagian kecil dari gambaran besarnya. Masih ada pos-pos bantuan lain yang nilainya fantastis. Misalnya, untuk jaminan hidup disiapkan Rp 326 miliar. Lalu, ada bantuan untuk hunian, baik sementara maupun tetap, senilai Rp 169 miliar. Tidak ketinggalan, program pemberdayaan ekonomi masyarakat korban bencana yang dananya mencapai Rp 141 miliar.
Kalau dijumlah semua, kebutuhan yang teridentifikasi mencapai angka Rp 2 triliun. Cuma, dana yang benar-benar siap dicairkan saat ini baru sekitar sepertiganya.
“Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp 600 miliar,” ucap dia.
Nah, agar semua berjalan mulus, koordinasi jadi kunci utama. Kementerian Sosial terus berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri dan tentu saja, para kepala daerah di lokasi bencana. Tujuannya satu: memastikan data valid dan bantuan tepat sasaran. Prosesnya mungkin terlihat birokratis, tapi inilah upaya agar tidak ada yang salah alamat.
Artikel Terkait
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi
Iran: Ratusan Ambulans Hancur, Kerugian Capai Jutaan Dolar
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang