Minyak Tenang, Emas Melonjak: Pasar Global Tak Lagi Goyah oleh Drama Venezuela

- Minggu, 11 Januari 2026 | 16:00 WIB
Minyak Tenang, Emas Melonjak: Pasar Global Tak Lagi Goyah oleh Drama Venezuela

Serangan militer Amerika ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro seharusnya membuat pasar energi global bergetar. Tapi kenyataannya? Tidak semudah itu. Venezuela, meski punya cadangan minyak terbesar di dunia mengalahkan Arab Saudi sekalipun ternyata tak lagi punya pengaruh yang sama seperti dulu.

Yang menarik, reaksi pasar justru terbalik. Alih-alih melonjak, harga minyak mentah cuma bergerak di tempat. Sedangkan emas, nah, aset klasik itu langsung meroket. Di sinilah paradoksnya muncul: sebuah eskalasi militer besar justru disambut dingin oleh pasar energi, seolah-olah dunia sudah berubah.

Menurut sejumlah analis, fenomena ini menandai pergeseran cara pasar membaca konflik. Hubungan otomatis antara senjata dan barel minyak sudah usang. Penangkapan Maduro memang peristiwa politik besar, tapi dampaknya terhadap minyak ternyata minimal dan cuma sementara.

Di sisi lain, emas merespons dengan cepat. Investor global melihat eskalasi ini bukan sebagai ancaman terhadap pasokan energi, melainkan sebagai sinyal membesarnya ketidakpastian sistemik. Mereka lari ke aset aman.

Minyak yang Tak Lagi Mudah Panik

Lalu, kenapa minyak bisa begitu tenang? Beberapa hal bisa menjelaskan. Pertama, posisi Venezuela di peta minyak global sudah jauh melemah. Sanksi bertahun-tahun telah menghancurkan kapasitas produksi dan ekspornya. Jadi, gangguan tambahan dari konflik ini nyaris tidak meninggalkan lubang yang berarti di pasokan global.

Kedua, kondisi pasar minyak dunia sendiri sedang longgar. Produksi shale oil AS menciptakan bantalan pasokan yang kuat. Belum lagi OPEC yang masih punya cadangan produksi yang siap dinyalakan kalau benar-benar darurat. Kombinasi ini bikin pasar merasa aman.

Faktor ketiga adalah permintaan. Pertumbuhan ekonomi global yang lesu, ditambah transisi energi di mana-mana, membuat prospek permintaan minyak tidak seagresif dulu. Untuk membuat harga minyak meledak, dibutuhkan sentimen geopolitik yang benar-benar ekstrem. Dan kasus Venezuela, sejauh ini, belum sampai ke level itu.

Emas dan Psikologi Ketidakpastian

Sementara minyak diam, emas justru hidup. Kenaikannya menunjukkan refleks klasik sebagai pelindung nilai. Investor tidak melihat ini cuma sebagai masalah energi, tapi lebih sebagai pertanda memburuknya stabilitas politik global.

Penangkapan seorang kepala negara lewat intervensi militer? Itu adalah preseden yang serius. Itu memunculkan pertanyaan besar tentang kedaulatan dan tatanan internasional ke depan.


Halaman:

Komentar