AS Desak Warganya: Segera Tinggalkan Venezuela Saat Milisi Berkeliaran

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:18 WIB
AS Desak Warganya: Segera Tinggalkan Venezuela Saat Milisi Berkeliaran

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat punya pesan tegas buat warganya yang masih berada di Venezuela: segera pergi. Peringatan itu dikeluarkan menyusul situasi yang makin panas, terutama dengan adanya laporan soal milisi bersenjata yang berkeliaran di jalanan. AFP melaporkan hal ini Minggu lalu.

“Situasi keamanan di Venezuela masih tidak menentu,”

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka, Sabtu kemarin. Intinya jelas: risikonya sudah terlalu tinggi untuk bertahan lebih lama.

Latar belakangnya, sekitar seminggu sebelumnya, pemimpin Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi mendadak pasukan AS. Nah, pasca kejadian itu, kelompok-kelompok milisi setempat yang dikenal sebagai "Colectivos" jadi makin aktif. Mereka dikabarkan memasang pos-pos pemeriksaan dadakan, menghentikan mobil, dan konon sengaja mencari warga AS atau siapa saja yang punya kaitan dengan Amerika.

“Karena penerbangan internasional telah kembali beroperasi, warga negara AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara tersebut,”

Kedutaan Besar AS menegaskan lagi. Peringatannya spesifik: waspadai pemeriksaan kendaraan oleh kelompok bersenjata itu.

Gambaran risikonya memang suram. Menurut AP News, AS sudah menempatkan Venezuela pada status perjalanan Level 4, alias "Jangan Bepergian". Itu tingkat tertinggi. Alasannya panjang: mulai dari ancaman penahanan sewenang-wenang, kekerasan, penculikan, sampai kerusuhan sipil dan layanan kesehatan yang amburadul. Pokoknya, bukan tempat untuk tinggal santai.

Namun begitu, di tengah ketegangan ini, ada sedikit titik terang. Ada laporan yang bilang Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan lanjutan ke Venezuela. Keputusan ini muncul setelah pemerintah setempat membebaskan beberapa tahanan politik. Reuters menyebut, setidaknya 18 orang sudah dilepaskan hingga akhir pekan lalu.

Pembebasan itu tentu saja disambut sebagai sinyal positif, sebuah langkah awal yang mungkin bisa meredakan konflik. Tapi jangan terlalu berharap dulu. Menurut catatan sejumlah kelompok HAM, masih ada ratusan tahanan politik lainnya yang terkurung di balik jeruji. Jalan menuju perdamaian masih panjang dan berliku.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar