Namun begitu, pemindahan patung bukan satu-satunya agenda. Pemerintah Provinsi DKI juga akan membenahi museum yang menyandang nama sama. Bahkan, penamaan jalannya pun akan dikoreksi.
“Yang kedua, nanti museumnya juga harus kita perbaiki, kita sempurnakan. Nanti saya minta ke dinas terkait untuk memperbaiki, termasuk jalannya. Menurut saya sudah tidak pantas menjadi Jalan Museum M.H. Thamrin,”
tegas Pramono.
Langkah ini rupanya punya dimensi yang lebih luas. Di sisi lain, Pramono menegaskan komitmennya untuk menguatkan identitas Betawi sebagai budaya utama Jakarta. Ini sejalan dengan amanat UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Ia berharap, dengan memuliakan sosok Thamrin, persatuan di tubuh Majelis Kaum Betawi juga ikut menguat.
Acara haul itu sendiri berlangsung khidmat. Hadir Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Foke Bowo, berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemprov, dan warga. Semuanya berkumpul untuk menghormati jasa-jasa Thamrin bukan cuma sebagai pahlawan nasional, tapi juga sebagai simbol penguatan identitas Betawi di Jakarta yang terus bergerak dinamis.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus