Anjing Berbulu Biru di Chernobyl: Fakta di Balik Fenomena Unik
Beberapa anjing dengan bulu berwarna biru terlihat berkeliaran di sekitar kawasan terlarang Chernobyl, Ukraina. Lokasi bekas bencana nuklir terbesar di dunia ini menyimpan cerita unik tentang hewan yang beradaptasi.
Penyebab Sebenarnya Bulu Biru pada Anjing Chernobyl
Peneliti dari program Dogs of Chernobyl berhasil mengungkap misteri warna biru pada bulu anjing-anjing ini. Ternyata, warna mencolok tersebut bukan akibat mutasi genetik atau radiasi, melainkan karena anjing-anjing tersebut berguling dalam cairan kimia berwarna biru dari toilet portable yang rusak.
Dr. Jennifer Betz, Direktur Medis Hewan di program Dogs of Chernobyl, menjelaskan: "Kami menduga cairan itu berasal dari toilet portable lama. Yang pasti, ini tidak ada hubungannya dengan radiasi Chernobyl."
Kondisi Kesehatan Anjing-Anjing Biru Chernobyl
Meski terlihat tidak biasa, para peneliti memastikan bahwa cairan biru tersebut tidak membahayakan kesehatan hewan. "Anjing-anjing tersebut tampak sehat. Selama mereka tidak menjilat cairan itu terlalu banyak, seharusnya aman," tambah Dr. Betz.
Fenomena Serupa di Tempat Lain
Kasus anjing berbulu biru bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2021, warga Dzerzhinsk, Rusia, juga menemukan anjing dengan bulu biru terang di sekitar pabrik kimia tua. Penyebabnya sama: anjing-anjing tersebut berguling dalam tembaga sulfat, zat kimia berwarna biru muda.
Kehidupan Liar di Zona Terlarang Chernobyl
Sejak bencana nuklir 1986, kawasan Chernobyl menjadi rumah bagi berbagai spesies hewan. Program Dogs of Chernobyl yang digagas Clean Futures Fund telah mensterilkan lebih dari 1.000 anjing dan kucing untuk mengendalikan populasi hewan liar di zona radiasi.
Selain anjing, penelitian menunjukkan populasi babi hutan, rubah merah, burung penyanyi, dan rakun anjing tumbuh subur di kawasan ini. Bahkan, kawanan serigala Chernobyl diduga mengembangkan mutasi pelindung alami terhadap kanker akibat paparan radiasi jangka panjang.
Fenomena anjing biru Chernobyl membuktikan bahwa kehidupan terus berjalan bahkan di tempat yang paling tak terduga, menulis kisah baru tentang ketahanan alam.
Artikel Terkait
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang
WhatsApp Bisa Diakses Tanpa Scan Kode QR, Pakar Ingatkan Risiko Penyadapan dan Pelanggaran Privasi
YouTube Batasi Akses Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia Patuhi PP Tunas
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa