Kerusuhan yang menyebar ke berbagai penjuru Iran memicu respons keras dari Garda Revolusi (IRGC). Mereka dengan tegas menuding kelompok teroris sebagai dalang di balik kekacauan ini. "Keamanan nasional adalah garis merah," begitu bunyi pernyataan IRGC yang disiarkan televisi pemerintah, seraya menegaskan komitmen mereka untuk menjaga sistem yang ada.
Pernyataan itu muncul di saat yang genting. Pemerintah, lewat berbagai isyarat, bakal memperketat penindakan terhadap gelombang demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun belakangan. Menurut IRGC, kelompok teroris itu telah melancarkan serangan selama dua malam berturut-turut menyerang pangkalan militer dan aparat, yang berujung pada korban jiwa serta hangusnya fasilitas umum dan rumah warga.
Aparat Dikerahkan, Penangkapan Dilakukan
Seiring tudingan itu, gelombang penindasan pun bergulir. Dari Iran bagian barat, seorang saksi mata bercerita pasukan Garda Revolusi sudah turun ke jalan dan tak segan melepaskan tembakan. Situasinya mencekam.
Di Baharestan, kawasan dekat Teheran, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sekitar 100 orang yang disebut "perusuh bersenjata" berhasil diamankan. Tak hanya IRGC, militer reguler Iran juga angkat bicara, menyatakan kesiapannya untuk melindungi kepentingan nasional dan fasilitas-fasilitas publik yang vital.
Gelapnya Internet, Samarnya Informasi
Di tengah semua ini, pemadaman internet membuat segalanya jadi sulit diverifikasi. Meski begitu, laporan-laporan kekerasan terus berdatangan, seperti dikutip Reuters. Di media sosial, video-video pada Sabtu (10/1) masih menunjukkan aksi unjuk rasa di sejumlah titik mulai dari Teheran, Rasht di utara, hingga Shiraz dan Kerman di selatan. Tapi, keaslian rekaman-rekaman itu masih dipertanyakan.
Kekerasan ternyata tak cuma di jalanan. Di Karaj, sebelah barat Teheran, sebuah gedung milik pemerintah kota dilalap si jago merah. Media pemerintah dengan cepat menyebut pelakunya "perusuh". Sementara itu, layar kaca pemerintah menayangkan prosesi pemakaman para anggota aparat yang diklaim gugur dalam bentrokan di Shiraz, Qom, dan Hamedan sebuah narasi yang jelas ingin ditekankan.
Artikel Terkait
Travelator YIA Mati Suri, Diduga Demi Lariskan Warung UMKM
Menjaga Marwah Bangsa: Ketika Keluhuran Batin Menjadi Fondasi Negara
Jalan Tol Menuju IKN Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras dan Pergerakan Tanah
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS