Rezim Pahlavi sendiri adalah dinasti monarki yang pernah berkuasa. Mereka memimpin Iran dalam bentuk kerajaan dari tahun 1925. Kekuasaan mereka berakhir pada 1979, digulingkan oleh Revolusi Islam yang kemudian membentuk wajah Iran seperti sekarang ini.
Seruan dukungan itu mungkin tak lepas dari pernyataan Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir yang kini hidup di pengasingan di AS. Dia sebelumnya mendorong para demonstran untuk merebut kota-kota besar di Iran.
Di sisi lain, akar kemarahan ini sebenarnya lebih dalam. Demonstrasi besar-besaran ini dipicu oleh krisis ekonomi yang mencekik dan biaya hidup yang melambung tinggi. Nilai mata uang rial yang terus merosot jadi salah satu pemicu utamanya, menyulut kekecewaan yang sudah lama menumpuk di jalanan.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus