Rezim Pahlavi sendiri adalah dinasti monarki yang pernah berkuasa. Mereka memimpin Iran dalam bentuk kerajaan dari tahun 1925. Kekuasaan mereka berakhir pada 1979, digulingkan oleh Revolusi Islam yang kemudian membentuk wajah Iran seperti sekarang ini.
Seruan dukungan itu mungkin tak lepas dari pernyataan Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir yang kini hidup di pengasingan di AS. Dia sebelumnya mendorong para demonstran untuk merebut kota-kota besar di Iran.
Di sisi lain, akar kemarahan ini sebenarnya lebih dalam. Demonstrasi besar-besaran ini dipicu oleh krisis ekonomi yang mencekik dan biaya hidup yang melambung tinggi. Nilai mata uang rial yang terus merosot jadi salah satu pemicu utamanya, menyulut kekecewaan yang sudah lama menumpuk di jalanan.
Artikel Terkait
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah
Yordania Serang Basis ISIS di Suriah, Sementara Kurdi Dievakuasi dari Aleppo
Java FX: Platform Trading yang Buka Akses Global dan Utamakan Edukasi