Kondisi alam kita lagi enggak baik-baik saja. Itu yang disampaikan Megawati Soekarnoputri. Kerusakannya makin kerasa tiap tahun, dampaknya nyata banget.
Nah, menurut Ketua Umum PDIP itu, banjir dan longsor yang baru aja melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, sama Aceh itu nggak bisa dipisahin dari kerusakan tadi. Bagi dia, ini lebih dari sekadar musibah biasa.
“Bagi saya, bencana ini bukan peristiwa alam semata. Ini adalah peringatan sejarah,” ucap Megawati di Rakernas I PDIP Tahun 2026, Jakarta, Sabtu lalu.
“Ini adalah isyarat keras tentang masa depan yang jauh lebih katastrofik, apabila umat manusia gagal mengubah arah peradabannya gagal menghentikan pemanasan global, gagal mengubah cara memperlakukan alam, dan gagal menempatkan keselamatan rakyat di atas logika kapitalisme yang eksploitatif.”
Kalimatnya tegas, dan pesannya jelas: kita lagi di ujung tanduk.
Di sisi lain, Megawati melihat ada satu kelompok yang paling resah dengan keadaan ini: anak muda. Mereka yang hidup dalam ketidakpastian, memandang hari esok dengan cemas. Banyak dari mereka merasa generasi sebelumnya gagal merawat warisan yang paling berharga, yaitu bumi. Masa depan? Bikin deg-degan.
“Yang paling merasakan kecemasan ini adalah generasi muda. Mereka hidup dalam ketidakpastian, memandang masa depan dengan kegelisahan. Banyak di antara mereka merasa bahwa generasi sebelumnya telah gagal merawat bumi, dan bahwa hari esok justru tampak lebih menakutkan daripada hari ini,” paparnya.
Sebenarnya, peringatan dari para ilmuwan udah lama bertebaran. Megawati menyebut bumi sedang berada di fase kritis, sebuah titik balik peradaban yang menentukan. Lalu, mau bagaimana?
Artikel Terkait
Maling Dana Haji: Kezaliman yang Berani Halangi Panggilan Langit
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap