"Jadi itu permintaan pertama kita. Mungkin ke Pak Tito dan Satgas DPR, kalau bisa tiket harganya jangan terlalu jauh gitu dengan yang lewat Malaysia," tuturnya.
Permintaan ini mendesak. Ke depan, Kemenkes masih harus mengirimkan banyak tenaga. Mereka akan disebar di ribuan posko pengungsian yang tersebar.
"Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per dua minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan di desa-desa terpencil," ucap Budi menegaskan.
Di sisi lain, respons dari TNI cukup menggembirakan. Brigjen Anggit Exton, stafsus Kasum TNI, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu mobilisasi.
"Tadi kami coba mengub Waasops Kasau. Jadi dari Waasops Kasau intinya siap mendukung kalau perintah dari Panglima TNI," ujar Anggit.
"Sehingga nanti tidak perlu membeli tiket atau segala macam. Bisa menggunakan hercules," tambahnya.
Jadi, jalan keluar mungkin sudah terlihat. Tinggal menunggu koordinasi dan eksekusi lebih lanjut agar bantuan bisa sampai dengan lancar dan harga diri tetap terjaga.
Artikel Terkait
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati
Larangan Truk Tiga Sumbu Saat Lebaran 2026 Ancam Pasokan Kemasan dan Pabrikan
Polri Dampingi Keluarga Korban dan Pastikan Proses Hukum Kasus Brimob Tewaskan Pelajar di Tual