Rapat koordinasi di Aceh pada Sabtu (10/1) lalu berlangsung cukup intens. Di hadapan anggota DPR RI dan perwakilan pemerintah, Tito Karnavian yang memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana menyuarakan satu hal yang mendesak: butuh lebih banyak tenaga di lapangan.
Masalahnya sederhana tapi berat. Lumpur sisa banjir yang memenuhi gang-gang sempit, rumah warga, hingga toko-toko, harus segera dibersihkan. "Kondisinya masih sangat parah di beberapa titik," ujarnya. Menurut Tito, kekuatan yang ada sekarang belum cukup. Ia secara tegas meminta tambahan personel dalam bentuk BKO dari TNI dan Polri.
"Di daratan itu di gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain, ini harus dibersihkan. Nah untuk itu, kekuatan yang ada menurut pendapat saya harus ditambah, tambahan BKO TNI dan Polri," tegas Tito dalam rapat tersebut.
Sebenarnya, permintaan serupa sudah pernah diajukan. Tito mengaku sudah berbicara langsung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hanya saja, waktu itu fokus Polri sedang tertuju pada pengamanan Natal dan Tahun Baru. Alhasil, permintaannya belum bisa dipenuhi.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah