Namun begitu, momennya dianggap sudah tepat sekarang. Nataru telah usai. Tito pun mendesak agar penambahan personel segera direalisasikan sebelum bulan Ramadan tiba. Pertimbangannya praktis: pekerjaan fisik berat seperti membersihkan lumpur akan sangat menyulitkan jika dilakukan saat puasa.
"Nah sekarang Nataru udah selesai. Mumpung sebelum Ramadan. Sebelum Ramadan, kalau Ramadan capek nanti kerja. Fisik ini kerjanya, fisik ini. Jadi harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," ungkapnya.
Lalu, berapa banyak tambahan yang dibutuhkan? Untuk Polri, Tito meminta sekitar lima ribu personel. Sementara dari pihak TNI, permintaannya lebih besar: sepuluh ribu personel. Angka yang tidak sedikit, tapi dianggap perlu untuk mempercepat pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Temui Presiden UEA untuk Perkuat Kemitraan Strategis
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data