Wamensos Agus Jabo Serukan Persatuan di Haul Diponegoro, Ingatkan Jati Diri Bangsa

- Jumat, 09 Januari 2026 | 11:12 WIB
Wamensos Agus Jabo Serukan Persatuan di Haul Diponegoro, Ingatkan Jati Diri Bangsa

Di sisi lain, pemerintah disebutnya terus berjuang lewat berbagai program prioritas. Tujuannya sederhana: agar manfaat pembangunan cepat dirasakan rakyat. Ia menyebut Sekolah Rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kemandirian pangan dan pembangunan kampung nelayan. Semua itu pada akhirnya untuk menghadirkan kebahagiaan, lahir dan batin.

Nilai-nilai perjuangan seperti itu, menurut Agus Jabo, juga diwariskan oleh Pangeran Diponegoro. Figur pangeran itu layak diteladani. “Beliau lahir sebagai bangsawan, tetapi keluar dari keraton untuk manunggal dengan Tuhan, alam semesta, leluhur, dan rakyat kecil,” paparnya.

“Itulah jati diri orang Jawa yang sejati.”

Bagi Agus Jabo, Diponegoro bukanlah sosok pencari kekuasaan. Ia lebih merupakan simbol kebijaksanaan. Perlawanannya yang mengguncang Belanda dilandasi keberanian, martabat, dan cinta tanah air yang tulus. Sayangnya, Indonesia hari ini kehilangan banyak tokoh panutan semacam itu.

Karena itulah, peringatan haul ini diharapkannya tak sekadar ritual doa. Lebih dari itu, harus jadi pengamalan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan nyata.

Sebagai wujud kepedulian, Kementerian Sosial menyalurkan santunan dalam acara itu. Santunan diberikan kepada 69 anak dari dua panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Bina Siwi dan Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri.

Acara haul itu sendiri dihadiri banyak pihak. Tampak hadir Syekh Abu Zaki As Sauri, Penasihat Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro Gusti Yudha beserta jajarannya. Kemudian perwakilan keluarga besar Diponegoro, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Kepala Dinas Sosial Jateng, para ulama, jemaah, serta jajaran Kementerian Sosial termasuk para Kepala Sentra dari Baturaden, Solo, dan Magelang.


Halaman:

Komentar