Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:54 WIB
Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih

Rapat koordinasi di Banda Aceh pada Sabtu (10/1) kemarin mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan. Meski banjir dan longsor hebat pada November 2025 lalu sudah berlalu, ternyata pemulihan di sejumlah daerah masih jauh dari kata selesai. Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Tito Karnavian, secara gamblang menyebut ada 15 kabupaten dan kota yang kondisinya belum bisa dibilang normal.

Angka itu didapat setelah timnya melakukan pengecekan ulang secara mendalam. Awalnya, pemerintah punya asumsi sendiri lewat penilaian dari pusat. Namun, Tito menegaskan mereka tak mau hanya bergantung pada itu.

Dia menjelaskan, setelah rapat intensif dengan tiga gubernur serta 52 bupati dan wali kota, gambaran riil di lapangan pun muncul. Hasilnya? Ada perbedaan signifikan. Beberapa daerah yang dikira sudah baik-baik saja ternyata masih butuh perhatian, sementara yang dianggap parah justru menunjukkan kemajuan. Dari situlah angka 15 daerah itu diperoleh.

Aceh Jadi Sorotan

Dari ketiga provinsi terdampak, Aceh adalah yang paling memprihatinkan. Tito menyebut ada tujuh kabupaten di sana yang masih berjuang pulih. Kabupaten-kabupaten itu adalah Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

“Kalau kita lihat dari pemetaan warna, Aceh itu paling banyak kuningnya,” kata Tito.

Dalam sistem pemetaan mereka, hijau berarti aman, sedangkan kuning adalah sinyal bahwa suatu wilayah masih perlu atensi dan kewaspadaan ekstra. Ketujuh kabupaten itu, berdasarkan variabel indikator pemulihan, jelas memerlukan penanganan yang lebih serius.

Kondisi di Sumut dan Sumbar


Halaman:

Komentar