Di Sumatera Utara, situasinya sedikit lebih baik meski tetap ada lima daerah yang belum pulih sepenuhnya. Kelimanya adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga.
Sementara itu, Sumatera Barat mencatat tiga wilayah yang masih berjuang: Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam. Dari ketiganya, Agam disebut-sebut mengalami kondisi yang paling berat.
Strategi Penanganan Bakal Dibedakan
Berdasarkan temuan itu, Satgas kemudian mengelompokkan daerah-daerah terdampak ke dalam tiga kategori besar. Pertama, daerah yang sudah atau hampir normal. Kedua, daerah dengan kondisi setengah normal. Dan ketiga, tentu saja, daerah yang belum normal sama sekali.
Pengelompokan ini bukan tanpa alasan. Ini akan menjadi dasar bagi strategi rehabilitasi dan rekonstruksi ke depannya. Bantuan dan intervensi pemerintah akan disesuaikan dengan tingkat keparahan masing-masing wilayah.
“Yang sudah mendekati normal dipoles-poles dikit bantuannya. Kalau setengah normal, sedikit agak serius. Yang belum normal, itu paling fokus,” pungkas Tito menjelaskan logika penanganannya.
Jadi, fokus utama kini tertuju pada 15 daerah tadi. Upaya pemulihan pascabencana tampaknya masih akan berlangsung cukup panjang. Pemerintah berjanji tak akan melepas perhatian, terutama untuk wilayah-wilayah yang masih tercatat ‘kuning’ dalam peta pemulihan mereka.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah