“Kebersihan itu sebagian dari iman.” (HR. Muslim)
Hadits ini jelas menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kerapian adalah urusan yang menyentuh keyakinan, bukan sekadar fisik belaka.
Prinsip tentang hidup yang seimbang juga ditegaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini mengingatkan kita untuk memiliki secukupnya, menyimpan seperlunya, dan menghindari keterikatan berlebihan pada hal-hal duniawi.
Oleh karena itu, pendekatan Bimbingan dan Konseling Islami bisa menjadi salah satu solusi. Penanganannya tidak berhenti pada mengubah perilaku, tapi juga menyentuh pemulihan emosi dan penguatan makna hidup. Menata kamar atau rumah bisa dimaknai sebagai bagian dari ibadah, sebagai ikhtiar untuk menata batin. Sebagaimana firman-Nya, Allah mencintai orang-orang yang menyucikan diri.
Jadi, memang tidak semua tumpukan barang adalah tanda gangguan. Namun begitu, ketika ruang hidup semakin sesak dan justru memicu kegelisahan, saatnya kita berefleksi. Karena kerap kali, menata ruang adalah langkah pertama untuk menenangkan jiwa.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek