Meski alat-alatnya sempat “nggak karu-karuan” dan banjirnya setinggi pinggang lebih, semua rumah sakit itu akhirnya bisa melayani lagi dalam waktu dua minggu. Cukup cepat, sih.
867 Puskesmas Terdampak, Tiga Masih Belum Beroperasi di Gedung
Setelah rumah sakit, giliran puskesmas yang dipulihkan. Jumlahnya jauh lebih banyak dan tantangannya juga beda. Dari 1.265 puskesmas, yang kena imbas sampai 867. Parahnya, 152 di antaranya sempat berhenti operasi total mayoritas di Aceh.
“Kita ingin memulihkan kembali layanan kesehatan di seluruh puskesmas. Ini jauh lebih berat karena lebih banyak puskesmas-nya, ada 867, dan 152 benar-benar kerendam tinggi sekali, udah berantakan sekali, berhenti beroperasi,” jelas Budi.
Syukurlah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Hingga awal Januari 2026, hampir semua puskesmas udah bisa berfungsi. Tapi, tiga puskesmas di Aceh masih belum bisa pindah ke gedung aslinya.
“Dan Alhamdulillah sampai awal Januari 2026, tinggal tiga lagi yang belum bisa beroperasi, yaitu di Aceh Tengah (Rusip Antara), di Aceh Tenggara (Jambur Lak Lak), dan di Aceh Timur (Lokop),” ungkapnya.
Khusus Puskesmas Lokop, kondisinya paling mengenaskan. Kerusakannya parah banget.
“Yang Lokop ini benar-benar sudah hancur, jadi ketimpa kayu-kayu besar ya jadi Puskesmas roboh, sekarang sedang kita bangun baru,” tandasnya.
Jadi, meski layanan kesehatan utama sudah kembali, perjuangan di tingkat yang paling dasar puskesmas ternyata masih ada yang tersisa. Butuh waktu lagi untuk bangun dari nol.
Artikel Terkait
KPK Tunda Penahanan Yaqut dan Gus Alex Meski Sudah Tersangka Kasus Kuota Haji
Rekan Seangkatan di Polresta Deli Serdang Diamankan Usai Curi Motor Sesama Personel
Traktor Serbu Paris: Petani Prancis Bentrok dengan Kebijakan Perdagangan dan Wabah
Pertemuan Tertutup Jokowi dan Eggi Sudjana Berakhir dengan Pelukan