"Setiap kompleks nanti dilengkapi hunian sementara, mushola, MCK, plus dapur umum. Air bersih dan penerangan juga kami sediakan. Untuk mendanai satu kompleks, kami butuh sekitar 150 juta rupiah," jelas Dwi.
Menurutnya, pembangunan ini sangat mendesak. Masyarakat yang terdampak bencana masih kesulitan menjalani rutinitas harian. Hunian sementara ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara yang manusiawi.
"Harapan kami sederhana. Semoga dengan ini, saudara-saudara kita di sana bisa menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih baik. Lebih aman, dan tentu saja lebih layak," tambah Dwi.
Nantinya, tim yang baru berangkat ini rencananya akan meninjau langsung lokasi pembangunan kompleks hunian tersebut. Proses pembangunannya sendiri disebutkan sudah mulai dilakukan sebelumnya.
Artikel Terkait
Tiga Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Minyak
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan Besok, 27 Februari 2026
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta