"Setiap kompleks nanti dilengkapi hunian sementara, mushola, MCK, plus dapur umum. Air bersih dan penerangan juga kami sediakan. Untuk mendanai satu kompleks, kami butuh sekitar 150 juta rupiah," jelas Dwi.
Menurutnya, pembangunan ini sangat mendesak. Masyarakat yang terdampak bencana masih kesulitan menjalani rutinitas harian. Hunian sementara ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara yang manusiawi.
"Harapan kami sederhana. Semoga dengan ini, saudara-saudara kita di sana bisa menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih baik. Lebih aman, dan tentu saja lebih layak," tambah Dwi.
Nantinya, tim yang baru berangkat ini rencananya akan meninjau langsung lokasi pembangunan kompleks hunian tersebut. Proses pembangunannya sendiri disebutkan sudah mulai dilakukan sebelumnya.
Artikel Terkait
Truk Gandeng Melaju Liar, Nyawa Pengendara Motor Melayang di Bondowoso
Peringkat Naik, Tapi Laut Indonesia Masih Rapuh untuk Nelayan Kecil
Bus Besar dan Jalan Sempit: Kemacetan Kronis Kembali Paralyze Sawangan
Pengkhianat dalam Barisan: Saat Aktivis Antipalsu Bertandang ke Istana