Jakarta – Dari Bogor, sebuah tim kemanusiaan bergerak menuju Aceh Tamiang pada Rabu lalu. Dipimpin oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, pembina Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), mereka punya misi langsung melihat kondisi korban banjir yang masih berjuang.
Rombongan itu sendiri terdiri dari sejumlah nama. Ada Dr. Dwi Sudharto selaku Ketua Yayasan RSIB, Dr. Hambari dari UIKA, serta H. Heri Haerudin dari IPHI Kota Bogor. Tak ketinggalan, Eddy Tasman, H. Adriansyah Armawi, dan H. Heri Hasanuddin juga turut serta dalam aksi ini.
Di Sumatera, situasinya masih memprihatinkan. Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu titik yang paling merasakan dampak serius. Hingga kini, banyak warga terpaksa bertahan di tempat-tempat penampungan yang jauh dari kata layak. Kehidupan mereka, bisa dibilang, masih terombang-ambing.
Merespon kondisi itu, beberapa lembaga pun bergerak. Yayasan RSIB bersama IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan akhirnya menginisiasi pembangunan hunian sementara. Rencananya, akan ada tiga kompleks yang dibangun di Aceh Tamiang.
Dr. Dwi Sudharto, Ketua Yayasan RSIB, menjelaskan detailnya.
Artikel Terkait
Truk Gandeng Melaju Liar, Nyawa Pengendara Motor Melayang di Bondowoso
Peringkat Naik, Tapi Laut Indonesia Masih Rapuh untuk Nelayan Kecil
Bus Besar dan Jalan Sempit: Kemacetan Kronis Kembali Paralyze Sawangan
Pengkhianat dalam Barisan: Saat Aktivis Antipalsu Bertandang ke Istana