MURIANETWORK.COM - Angka Rp150 juta untuk satu sumur bor sempat bikin banyak orang mengernyitkan dahi. Tapi bagi KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, biaya sebesar itu punya alasan yang jelas, terutama saat bicara soal penanganan bencana.
Maruli menjelaskan, sumur yang dimaksud bukanlah sumur rumahan biasa. Ini adalah sumur yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih satu desa, bukan cuma satu keluarga. Makanya, kedalamannya harus benar-benar mencapai titik mata air.
"Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis," ujar Maruli.
Pernyataan itu disampaikannya dalam jumpa pers di Dermaga Satangair TNI AD, Tanjung Priok, Selasa lalu. Menurut dia, kedalaman tanah yang harus ditembus bisa mencapai 100 hingga 200 meter. Jauh lebih dalam ketimbang sumur biasa.
Dia pun memberi perbandingan sederhana. Sumur di rumahnya di Bandung, biayanya tak sampai Rp10 juta. Tapi itu hanya untuk kebutuhan satu rumah tangga. Sedangkan sumur di daerah bencana, skalanya berbeda sama sekali.
Artikel Terkait
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus