Di Bandung Barat, suasana di SDN Bunisari mendadak berubah sejak awal pekan. Akses menuju bangunan belakang sekolah tiba-tiba ditutup dengan cor, membuat delapan ruang kelas dan ruang guru tak bisa dipakai. Tindakan ini, yang diduga dilakukan oleh pihak mengaku ahli waris lahan, langsung mengganggu aktivitas belajar ratusan siswa.
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat tak tinggal diam. Mereka sudah melaporkan kasus dugaan pemagaran dan perusakan fasilitas sekolah ini ke Polres Cimahi.
"Kami sudah melaporkan aksi pemagaran ini ke Polres Cimahi. Bukan hanya sekadar melakukan pemagaran, tapi pihak penggugat juga diduga telah melakukan perusakan fasilitas sekolah,"
kata Asep Dendih, Plt. Kepala Dinas Pendidikan setempat, Sabtu (11/4/2026).
Yang disesalkan Asep, aksi ini terjadi di tengah proses banding yang masih berjalan. "Kami menghargai upaya hukum, tapi tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan," ujarnya. Baginya, langkah sepihak itu jelas menimbulkan keresahan dan merusak konsentrasi belajar anak-anak.
Lantas, bagaimana sekolah mengatasinya? Untuk sementara, solusinya adalah sistem dua sif. Kelas 1 sampai 3 belajar pagi, sementara siswa kelas 4 hingga 6 masuk siang. Semua kegiatan dipusatkan di bangunan depan yang hanya tersisa tujuh ruang kelas, ditambah satu ruang darurat.
Artikel Terkait
Pelatih Timnas U-17 Indonesia Targetkan Juara Piala AFF 2026
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Terkait Dugaan Pemerasan
Kapolda Riau Serukan Kewajiban Moral Kolektif dalam Festival Seni Konservasi Gajah
12 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK di Jakarta, Termasuk Adik Bupati