"Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang," jelasnya.
Pembahasan soal biaya pengeboran ini sebelumnya mengemuka dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis pekan lalu. Dalam forum itu, Maruli bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan rincian anggaran tersebut kepada Presiden.
Mereka menyebut, biaya pengeboran dengan kedalaman 100-200 meter memang berkisar antara Rp100 hingga 150 juta.
Menanggapi penjelasan itu, Presiden Prabowo menilai biayanya termasuk terjangkau. Pertimbangannya, selain kedalaman yang ekstrem, anggaran itu sudah mencakup instalasi pendukung lain seperti pemasangan tangki air. Jadi, air yang keluar nantinya bisa langsung dimanfaatkan oleh korban bencana.
Jadi, meski angka Rp150 juta terdengar fantastis di telinga awam, rupanya hitung-hitungan di lapangan terutama di daerah yang terdampak bencana memang berbeda. Semuanya kembali pada tujuan besarnya: menyediakan akses air bersih yang berkelanjutan bagi banyak orang.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini