ujarnya. Menurut Uci, puncak kemacetannya terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja, meski di siang hari arus pun seringkali tak lancar betul.
Pendapat serupa datang dari Budi (47), warga setempat. Ia menilai tumpukan sampah yang menutup sebagian jalan itu memperparah kemacetan, terutama di pagi hari.
“Kalau pagi, pas orang-orang pada masuk kerja. Ini tuh macet karena jalanannya kan ketutup sebelah juga,”
kata Budi. Ia juga menyoroti bahaya jalan yang rusak itu. “Banyak orang yang jatuh di sana,” tuturnya, terutama saat hujan turun dan jalanan jadi licin.
Apa Kata Dinas Terkait?
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Bani Khosiyatullah, sudah mengakui persoalan ini. Penumpukan sampah masih terjadi karena pembuangan ke TPAS Cilowong di Serang masih dalam tahap uji coba. Kuotanya terbatas, hanya 10 truk per hari dengan kapasitas total sekitar 40-50 ton.
“Pengangkutan dilakukan secara bergiliran, belum bisa serentak karena kuota belum optimal,”
jelasnya pada Senin (5/1).
Hingga saat ini, TPA Cipeucang yang diharapkan masih belum beroperasi. Meski pembersihan rutin dilakukan, sampah di Pasar Cimanggis seolah tak pernah habis, terus menggunung. Warga dan pedagang di sana hanya bisa berharap pemerintah segera bertindak. Mengatasi sampah dan membenahi jalan rusak adalah langkah konkret yang dinanti, agar kemacetan tak lagi menjadi cerita yang berulang setiap hari dan aktivitas warga bisa kembali normal.
Artikel Terkait
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita
Perselingkuhan Berulang: Kapan Batas Kesabaran dalam Rumah Tangga?
Prabowo Tegaskan Bonus Rp 456 Miliar untuk Atlet SEA Games Bukan Upah, Melainkan Tabungan Masa Depan