"Ada waktu dan tempat tersendiri untuk membahas itu semua," balas sang hakim dengan singkat. Hellerstein menilai tanggapan Maduro sudah keluar jalur, padahal pertanyaan awal hanya seputar konfirmasi identitas belaka.
Menurut The New York Times, Maduro sempat ditanya apakah ia benar Nicolas Maduro Moros. Alih-alih menjawab lugas, ia justru menyampaikan kecamannya atas operasi militer yang menangkapnya bersama istri. "Saya orang baik. Saya masih presiden negara saya," katanya, menegaskan kembali ketidakbersalahannya dari segala dakwaan terkait narkoba dan senjata.
Ketegangan sempat mereda, tapi memuncak lagi di penghujung sidang. Seorang pria dari bangku pengunjung tiba-tiba berteriak, mengatakan Maduro akan membayar untuk kejahatannya. Maduro menoleh. Suaranya datar namun penuh keyakinan saat membalas, "Saya adalah tahanan perang."
Kata-kata itu menjadi pernyataan terakhirnya sebelum ia digiring keluar dari ruang sidang.
Artikel Terkait
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita
Perselingkuhan Berulang: Kapan Batas Kesabaran dalam Rumah Tangga?
Prabowo Tegaskan Bonus Rp 456 Miliar untuk Atlet SEA Games Bukan Upah, Melainkan Tabungan Masa Depan
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik