Udara di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (5/1/2026) itu terasa hangat, dipenuhi oleh ribuan jemaat yang berkumpul untuk Perayaan Natal Nasional. Di tengah suasana khidmat itu, Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung. Ia tak sekadar hadir, tapi juga menyampaikan ucapan Selamat Natal untuk seluruh umat Kristiani di Indonesia. Harapannya sederhana namun mendalam: semoga damai Natal membawa kebaikan dan berkah bagi semua.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Prabowo membuka sambutannya.
“Atas kehormatan yang diberikan kepada saya untuk hadir di sini dan menyampaikan langsung ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada saudara-saudaraku umat Kristiani sebangsa dan setanah air, di mana pun engkau berada.”
Suaranya lantang, penuh keyakinan. “Semoga damai Natal membawa kebaikan, berkah, kasih, pengharapan, dan kekuatan bagi kita sekalian,” sambungnya, melengkapi harapan itu.
Menurutnya, perhelatan besar seperti ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Ia melihatnya sebagai cerminan nyata jati diri bangsa. Indonesia, baginya, adalah mozaik yang hidup.
“Saudara-saudara sekalian, acara hari ini adalah bukti dari jati diri kita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk,” tegas Prabowo.
“Bangsa yang multi etnis, multi ras, multi agama, multi budaya.”
Ia lantas menggambarkan betapa luas dan beragamnya negeri ini. Bahkan, ada seorang pakar yang pernah menghitung kelompok etnis di Indonesia mencapai angka yang fantastis: sekitar 1.700 kelompok dengan bahasa daerahnya masing-masing. Sungguh sebuah kekayaan yang tak ternilai.
Namun begitu, keragaman yang sedemikian luas itu justru memunculkan satu kesatuan. Itulah poin yang ingin ditekankannya.
“Kita di bumi Nusantara ini, suku-suku kita menganut agama yang berbeda-beda, tetapi kita bisa bersatu,” ujarnya.
“Kita bisa hidup sebagai satu bangsa, satu nusa yang memiliki satu bahasa, karena kita punya niat yang sama. Kita ingin meraih kehidupan yang baik bersama.”
Prabowo menutup pandangannya dengan sebuah refleksi yang terdengar seperti sebuah ketetapan. “Kita telah ditakdirkan oleh Yang Maha Esa untuk hidup di bumi Nusantara ini.” Sebuah takdir yang, menurutnya, memanggil untuk diisi dengan kerukunan.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk