"Tetapi nanti secara spesifik saya minta Pak Wali Kota yang menjelaskan," imbuhnya.
Lalu, apa langkah konkret yang akan diambil Pemprov? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali insiden serupa terulang. Pramono punya sudut pandang lain. Alih-alih hanya bicara hukuman, ia menekankan pentingnya penyaluran energi. Menurutnya, energi besar yang kerap meluap dalam tawuran itu seharusnya bisa dialihkan.
"Jadi paling utama sebenarnya energi itu harus tersalurkan secara benar. Untuk itu, energi pihak-pihak yang melakukan tawuran sebaiknya disalurkan ke kegiatan bekerja," pungkasnya.
Gagasan itu terdengar sederhana, tapi tentu pelaksanaannya tak mudah. Di sisi lain, pernyataan gubernur setidaknya membuka diskusi: bagaimana menciptakan wadah yang tepat agar gelora muda tak berakhir dengan bentrokan di jalanan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Pencak Silat Sebagai Cermin Jati Diri dan Ilmu Kesatria
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun