"Tetapi nanti secara spesifik saya minta Pak Wali Kota yang menjelaskan," imbuhnya.
Lalu, apa langkah konkret yang akan diambil Pemprov? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali insiden serupa terulang. Pramono punya sudut pandang lain. Alih-alih hanya bicara hukuman, ia menekankan pentingnya penyaluran energi. Menurutnya, energi besar yang kerap meluap dalam tawuran itu seharusnya bisa dialihkan.
"Jadi paling utama sebenarnya energi itu harus tersalurkan secara benar. Untuk itu, energi pihak-pihak yang melakukan tawuran sebaiknya disalurkan ke kegiatan bekerja," pungkasnya.
Gagasan itu terdengar sederhana, tapi tentu pelaksanaannya tak mudah. Di sisi lain, pernyataan gubernur setidaknya membuka diskusi: bagaimana menciptakan wadah yang tepat agar gelora muda tak berakhir dengan bentrokan di jalanan.
Artikel Terkait
Trump Cabut Dukungan dari 66 Lembaga Global, Tegaskan Jalan Sendiri AS
Rayuan Murahan, Uang Miliaran: Kisah Pilu di Balik Gerebekan Love Scammer
Rem Truk Terkunci, Flyover Ciputat Lumpuh Akibat Tabrakan Dua Tronton
Bypass Ngurah Rai Tergenang, Arus Lalu Lintas di Badung Tersendat