"Tetapi nanti secara spesifik saya minta Pak Wali Kota yang menjelaskan," imbuhnya.
Lalu, apa langkah konkret yang akan diambil Pemprov? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali insiden serupa terulang. Pramono punya sudut pandang lain. Alih-alih hanya bicara hukuman, ia menekankan pentingnya penyaluran energi. Menurutnya, energi besar yang kerap meluap dalam tawuran itu seharusnya bisa dialihkan.
"Jadi paling utama sebenarnya energi itu harus tersalurkan secara benar. Untuk itu, energi pihak-pihak yang melakukan tawuran sebaiknya disalurkan ke kegiatan bekerja," pungkasnya.
Gagasan itu terdengar sederhana, tapi tentu pelaksanaannya tak mudah. Di sisi lain, pernyataan gubernur setidaknya membuka diskusi: bagaimana menciptakan wadah yang tepat agar gelora muda tak berakhir dengan bentrokan di jalanan.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah, Klaim Asuransi Tani Tembus Rp 9,4 Miliar
Ramadan, Tradisi Ziarah ke Makam Ulama dan Tokoh Sejarah di Sulawesi Selatan
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan