Di balik itu semua, tentu ada persiapan. Pihak Kemlu dan KBRI Caracas sudah menyiapkan skenario cadangan atau contingency plan. Rencana ini akan dijalankan jika situasi memburuk, menyesuaikan dengan perkembangan terbaru di lapangan.
“Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Caracas telah memiliki contingency plan terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan sesuai perkembangan situasi terkini,” tegas Yvonne.
Namun begitu, dia tak lupa menyampaikan seruan yang lebih luas. Yvonne mengimbau semua pihak untuk patuh pada hukum internasional dan lebih mengedepankan jalan dialog. Keselamatan warga sipil, menurutnya, harus jadi prioritas utama.
“Setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Indonesia menyerukan secara tegas kepada semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam piagam PBB dan Hukum Humaniter Internasional (HHI), khususnya perlindungan dan keselamatan warga sipil,” tandasnya.
Pesan terakhirnya ditujukan untuk WNI di Venezuela: tetap waspada dan selalu menghormati hak serta kehendak rakyat setempat dalam menentukan masa depan bangsa mereka sendiri.
Artikel Terkait
Ade Darmawan Tanya Jalur Hukum Demokrat, Lupa Dulu Menyerang Duluan?
Angin Kencang Terjang Bandara Juanda, Tiga Penerbangan Dialihkan ke Semarang
Satgas PKH Kejar 20 Perusahaan Sawit dan Tambang yang Ogah Bayar Denda
Indonesia Cetak Sejarah: Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target