Dian dengan tegas mengimbau warga untuk menjauhi area tersebut. Soalnya, belum ada yang bisa memastikan apakah lubang itu akan stabil atau justru melebar.
ungkapnya.
Dia juga menyoroti langkah jangka panjang. Jika memang ini daerah karst yang mulai ambles, pemetaan sungai bawah tanah menjadi keharusan.
sambung Dian.
Oleh karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melibatkan Badan Geologi Kementerian ESDM. Investigasi lengkap dengan peralatan geofisika mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: memberikan kepastian dan rasa aman kepada warga tentang potensi di sekitar tempat tinggal mereka.
Lubang itu kini masih diam membisu, menyimpan cerita dari perut bumi. Sementara warga dan pihak berwenang menunggu kajian yang lebih pasti, satu hal yang jelas: alam sekali lagi menunjukkan bahwa di bawah permukaan yang tenang, ada dinamika yang terus bergerak.
Artikel Terkait
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Sukabumi, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Rp 38.000 per Gram