"Serangan terhadap Venezuela tidak akan membuat dunia lebih aman. Sama sekali tidak. Malah sebaliknya, ini membuka preseden yang sangat berbahaya."
Begitu kira-kira peringatan Sanders. Menurutnya, langkah seperti ini bisa jadi alasan bagi negara lain untuk menyerang negara berdaulat. Dalihnya bisa macam-macam: menguasai sumber daya alam atau menggulingkan pemerintahan yang tak disukai.
Ia bahkan menarik paralel yang cukup menohok. Logika intervensi Trump, katanya, mirip dengan dalih yang dipakai Rusia saat menyerang Ukraina. Pendekatan yang mengandalkan kekuatan militer, menurut Sanders, cuma akan memperbesar konflik. Risiko perang global pun meningkat.
Di sisi lain, Sanders juga menyoroti wacana dari kubu Trump yang ingin menghidupkan kembali Doktrin Monroe. Termasuk pembicaraan terbuka soal penguasaan cadangan minyak Venezuela salah satu yang terbesar di dunia. Bagi Sanders, ini adalah imperialisme yang terang-terangan. Sebuah pengulangan sejarah kelam intervensi AS di Amerika Latin.
Di akhir kritiknya, Sanders mengalihkan sorotan ke dalam negeri. Ia menyentil kegagalan Trump menangani persoalan domestik. Mulai dari krisis layanan kesehatan, biaya hidup yang melambung, sampai ancaman hilangnya lapangan kerja karena teknologi.
Pesan akhirnya jelas: seharusnya Trump fokus mengurus masalah di rumah, bukan sibuk dengan petualangan militer di luar negeri. Singkatnya, menurut Sanders, Trump gagal menjalankan Amerika Serikat. Jadi, untuk apa mencoba mengendalikan negara lain?
Artikel Terkait
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana