Sanders Tuding Sikap Trump Soal Venezuela Arogan dan Picu Ancaman Perang

- Senin, 05 Januari 2026 | 05:00 WIB
Sanders Tuding Sikap Trump Soal Venezuela Arogan dan Picu Ancaman Perang

"Serangan terhadap Venezuela tidak akan membuat dunia lebih aman. Sama sekali tidak. Malah sebaliknya, ini membuka preseden yang sangat berbahaya."

Begitu kira-kira peringatan Sanders. Menurutnya, langkah seperti ini bisa jadi alasan bagi negara lain untuk menyerang negara berdaulat. Dalihnya bisa macam-macam: menguasai sumber daya alam atau menggulingkan pemerintahan yang tak disukai.

Ia bahkan menarik paralel yang cukup menohok. Logika intervensi Trump, katanya, mirip dengan dalih yang dipakai Rusia saat menyerang Ukraina. Pendekatan yang mengandalkan kekuatan militer, menurut Sanders, cuma akan memperbesar konflik. Risiko perang global pun meningkat.

Di sisi lain, Sanders juga menyoroti wacana dari kubu Trump yang ingin menghidupkan kembali Doktrin Monroe. Termasuk pembicaraan terbuka soal penguasaan cadangan minyak Venezuela salah satu yang terbesar di dunia. Bagi Sanders, ini adalah imperialisme yang terang-terangan. Sebuah pengulangan sejarah kelam intervensi AS di Amerika Latin.

Di akhir kritiknya, Sanders mengalihkan sorotan ke dalam negeri. Ia menyentil kegagalan Trump menangani persoalan domestik. Mulai dari krisis layanan kesehatan, biaya hidup yang melambung, sampai ancaman hilangnya lapangan kerja karena teknologi.

Pesan akhirnya jelas: seharusnya Trump fokus mengurus masalah di rumah, bukan sibuk dengan petualangan militer di luar negeri. Singkatnya, menurut Sanders, Trump gagal menjalankan Amerika Serikat. Jadi, untuk apa mencoba mengendalikan negara lain?

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar