"Serangan terhadap Venezuela tidak akan membuat dunia lebih aman. Sama sekali tidak. Malah sebaliknya, ini membuka preseden yang sangat berbahaya."
Begitu kira-kira peringatan Sanders. Menurutnya, langkah seperti ini bisa jadi alasan bagi negara lain untuk menyerang negara berdaulat. Dalihnya bisa macam-macam: menguasai sumber daya alam atau menggulingkan pemerintahan yang tak disukai.
Ia bahkan menarik paralel yang cukup menohok. Logika intervensi Trump, katanya, mirip dengan dalih yang dipakai Rusia saat menyerang Ukraina. Pendekatan yang mengandalkan kekuatan militer, menurut Sanders, cuma akan memperbesar konflik. Risiko perang global pun meningkat.
Di sisi lain, Sanders juga menyoroti wacana dari kubu Trump yang ingin menghidupkan kembali Doktrin Monroe. Termasuk pembicaraan terbuka soal penguasaan cadangan minyak Venezuela salah satu yang terbesar di dunia. Bagi Sanders, ini adalah imperialisme yang terang-terangan. Sebuah pengulangan sejarah kelam intervensi AS di Amerika Latin.
Di akhir kritiknya, Sanders mengalihkan sorotan ke dalam negeri. Ia menyentil kegagalan Trump menangani persoalan domestik. Mulai dari krisis layanan kesehatan, biaya hidup yang melambung, sampai ancaman hilangnya lapangan kerja karena teknologi.
Pesan akhirnya jelas: seharusnya Trump fokus mengurus masalah di rumah, bukan sibuk dengan petualangan militer di luar negeri. Singkatnya, menurut Sanders, Trump gagal menjalankan Amerika Serikat. Jadi, untuk apa mencoba mengendalikan negara lain?
Artikel Terkait
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16