Rusia Kutuk Keras: AS Lakukan Agresi Bersenjata ke Venezuela
Hari ini, langit di Caracas mungkin tak terlihat berbeda. Tapi di tanah, situasinya berubah drastis. Pagi ini, Amerika Serikat melancarkan aksi militer terhadap Venezuela. Sebuah langkah yang, tak bisa dimungkiri, langsung memicu gelombang kecaman dari berbagai penjuru.
Moskow termasuk yang paling keras bersuara. Kementerian Luar Negeri Rusia secara terbuka menyatakan keprihatinan mendalam mereka. Dan mereka tak segan-segan menyebut tindakan Washington ini sebagai sebuah agresi bersenjata yang patut dikutuk.
Menurut mereka, alasan yang dikemukakan AS untuk membenarkan serangan ini sama sekali tidak masuk akal. Rasanya, sentimen ideologis dan permusuhan telah sepenuhnya mengalahkan pertimbangan pragmatis. Padahal, membangun hubungan yang didasari kepercayaan dan bisa diprediksi jauh lebih penting.
Lalu, apa yang harus dilakukan sekarang?
Yang paling krusial saat ini adalah mencegah situasi makin runyam. Eskalasi lebih lanjut harus dihindari. Fokusnya harus dialihkan untuk mencari jalan keluar, dan satu-satunya jalan yang masuk akal adalah melalui dialog. Semua pihak yang punya masalah harus duduk bersama, bicara, dan mencari solusi lewat mekanisme yang damai. Rusia sendiri menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya semacam itu.
Di sisi lain, ada prinsip yang mereka pegang teguh: Amerika Latin harus tetap menjadi zona perdamaian. Ini adalah komitmen yang dideklarasikan sejak 2014. Venezuela punya hak penuh untuk menentukan nasibnya sendiri, tanpa dicampuri apalagi dengan intervensi militer oleh kekuatan luar.
Pernyataan dari Moskow juga menegaskan kembali sikap solidaritas mereka.
"Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela," bunyi pernyataan resmi itu, "dan dukungan kami terhadap arah yang ditempuh kepemimpinan Bolivarian."
Kepemimpinan itu, kata mereka, bertujuan melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara.
Tak hanya itu, Rusia juga mendukung seruan dari pemerintah Venezuela dan sejumlah pemimpin Amerika Latin lainnya. Mereka mendesak agar Dewan Keamanan PBB segera mengadakan pertemuan darurat untuk membahas krisis ini.
Di tengah situasi yang mencekam, Kedutaan Besar Rusia di Caracas dilaporkan tetap beroperasi normal. Meski begitu, mereka tentu mempertimbangkan kondisi di lapangan dan terus menjaga komunikasi dengan otoritas Venezuela serta warga negara Rusia yang berada di sana.
Kabar baiknya, setidaknya hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai warga negara Rusia yang menjadi korban atau terluka dalam insiden ini.
Informasi ini bersumber dari akun resmi Kementerian Luar Negeri Rusia di platform X.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk