Lucunya, para hadirin justru menyambut dengan tepuk tangan riuh. Seolah tak ada yang salah, atau mungkin mereka paham itu sekadar salah ucap belaka. Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden itu langsung mencatat momen jujur ini.
Tak butuh waktu lama, video itu pun viral. Dan kemudian, muncul perkembangan yang menarik. Versi siaran ulang atau video yang diunggah ulang menunjukkan bahwa bagian “tahun 2021” itu telah disensor dihilangkan suaranya atau dipotong. Sebuah intervensi digital yang justru mengundang tawa dan komentar.
Dua versi video pun beredar: satu menampilkan kekeliruan asli, dan satunya lagi yang sudah “dirapi”. Perbandingan keduanya jelas memperlihatkan upaya koreksi itu. Fenomena biasa di era digital, di mana sebuah slip of the tongue bisa dengan cepat diperbaiki, namun jejaknya tetap abadi di ingatan publik.
Artikel Terkait
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga