Keempatnya tersebar di lokasi yang terpencil. Satu di Rusip Antara, Aceh Tengah. Lalu ada di Lokop, Aceh Timur, yang kondisinya disebutnya ‘bener-bener hancur’. Kemudian di Jambur Laklak, Aceh Tenggara, dan satu lagi di Bireuen. Kendala utamanya? Akses yang sulit dan lumpur tebal yang masih menyelimuti.
“Ini 4 ini belum karena memang ininya masih tinggi. Lumpurnya masih tinggi. Jadi saya lihat Pak (Jusuf Kalla) JK itu punya alat keduk yang ekskavator tapi kecil,” jelas Budi, menggambarkan situasi di lapangan.
Lumpur itu, menurut penuturannya, masih setinggi satu meter dan memenuhi ruangan. Alat berat besar sulit masuk ke lokasi. Di sinilah ekskavator kecil milik PMI yang disebutkannya diharapkan jadi solusi. Dengan bantuan alat itu, proses pembersihan bisa segera dilakukan.
Harapannya jelas. “Mudah-mudahan seminggu lagi bisa selesai lah yang 4 itu,” tutup Menkes. Jika target itu tercapai, maka seluruh fasilitas kesehatan utama di daerah bencana telah pulih dan siap kembali melayani.
Artikel Terkait
Makassar Tinggalkan Open Dumping, Beralih ke Sistem Sampah Berkelanjutan
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak