“Jadi air harus segera dikeluarin, supaya nggak numpuk di atas. Sehingga kalau hujan turun, dia masih bisa ngalir,”
Ucapnya lagi, dengan nada yang meyakinkan.
Di sisi lain, upaya pembersihan tak bisa ditunda. Risma pun tak sendiri. Ia segera mengajak warga, staf, petugas BPBD, hingga polisi yang ada di lokasi untuk bergotong-royong. Sekop dan cangkul bergerak bersama, mengeruk selokan yang nyaris tersumbat total.
Hingga berita ini diturunkan, mereka masih berjibaku. Suara sekop menyentuh bercampur dengan percakapan warga, dalam upaya bersama mengembalikan normalitas yang tersapu banjir.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Signifikan
Dua Rumah Hangus Terbakar di Barru, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Polres Bone Gelar Serah Terima Jabatan untuk Sejumlah Pejabat Kunci
Mobil Terperosok Jurang 200 Meter di Enrekang, Satu Tewas