Di Twitter, seorang warganet yang mengaku berlatar belakang pendidikan ilmu pangan dan gizi dari IPB ikut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa paket seperti itu tidak memenuhi standar gizi yang layak.
Reaksi netizen beragam. Ada yang menyampaikan kekecewaan dengan emoticon sedih dan hati hancur. Yang lain tak bisa menyembunyikan amarahnya, langsung melontarkan kritik pedas.
Pokoknya, kasus ini kembali memantik pertanyaan lama soal efektivitas dan transparansi program bantuan sosial. Apalagi yang menerima adalah anak-anak sekolah. Harusnya kan yang terbaik, ya?
Artikel Terkait
Ramadan, Tradisi Ziarah ke Makam Ulama dan Tokoh Sejarah di Sulawesi Selatan
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta