Di Twitter, seorang warganet yang mengaku berlatar belakang pendidikan ilmu pangan dan gizi dari IPB ikut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa paket seperti itu tidak memenuhi standar gizi yang layak.
Reaksi netizen beragam. Ada yang menyampaikan kekecewaan dengan emoticon sedih dan hati hancur. Yang lain tak bisa menyembunyikan amarahnya, langsung melontarkan kritik pedas.
Pokoknya, kasus ini kembali memantik pertanyaan lama soal efektivitas dan transparansi program bantuan sosial. Apalagi yang menerima adalah anak-anak sekolah. Harusnya kan yang terbaik, ya?
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia