Di Twitter, seorang warganet yang mengaku berlatar belakang pendidikan ilmu pangan dan gizi dari IPB ikut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa paket seperti itu tidak memenuhi standar gizi yang layak.
Reaksi netizen beragam. Ada yang menyampaikan kekecewaan dengan emoticon sedih dan hati hancur. Yang lain tak bisa menyembunyikan amarahnya, langsung melontarkan kritik pedas.
Pokoknya, kasus ini kembali memantik pertanyaan lama soal efektivitas dan transparansi program bantuan sosial. Apalagi yang menerima adalah anak-anak sekolah. Harusnya kan yang terbaik, ya?
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar
Ibu Rumah Tangga di Polman Tewas Diduga Tersengat Listrik di Kamar Mandi
IHSG Menguat ke 7.500, Analis Buka Target 7.856 dengan Peringatan Koreksi