Sayap Pesawat Terbang Diterbangkan Angin Puting Beliung, Hantam Atap Rumah Warga Bogor

- Rabu, 31 Desember 2025 | 07:18 WIB
Sayap Pesawat Terbang Diterbangkan Angin Puting Beliung, Hantam Atap Rumah Warga Bogor

Angin puting beliung yang melanda Kabupaten Bogor pada Senin lalu benar-benar membawa kejutan yang tak terduga. Bukan cuma merusak puluhan rumah, tapi juga menerbangkan sebuah bangkai sayap pesawat hingga mendarat atau lebih tepatnya, menghujam atap rumah warga di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang.

Bayangkan saja, sepotong logam besar sepanjang 300 meter itu beterbangan diterjang angin. Rumah yang tertimpa pun rusak cukup parah.

Kepala Desa Pondok Udik, Sutisna, mengonfirmasi kejadian aneh ini.

“Kalau kita lihat, ini bagian dari sayap. Potongan sayap pesawat yang ada di ‘kuburan’ pesawat itu, terbawa angin puting beliung,” jelas Sutisna, Selasa (30/12).

Menurutnya, dampak angin kencang itu cukup luas. Sekitar 30 rumah warga mengalami kerusakan. Namun begitu, ada kabar baik di tengah musibah.

“Alhamdulillah semua selamat. Kerusakannya lebih ke rumah-rumah,” ucapnya lega.

Pemerintah desa kini tak tinggal diam. Mereka sudah menggerakkan tim bersama BPBD Kabupaten Bogor, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menangani dampak bencana ini. Fokusnya adalah membantu warga yang rumahnya rusak.

“Tim evakuasi kami sedang bekerja sama dengan pemilik lokasi. Mereka bersama BPBD dan damkar akan menurunkan crane untuk mengangkat bagian pesawat yang menimpa rumah warga,” kata Sutisna memaparkan upaya yang sedang dilakukan.

Dari Mana Asalnya?

Lalu, apa sebenarnya ‘kuburan’ pesawat yang disebutkan Sutisna itu? Lokasinya tak jauh dari Desa Pondok Udik, tepatnya di Jalan Raya Kemang-Parung. Aktivitas di tempat itu sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir.

“Pesawat yang sudah tidak terpakai dan rusak itu ditaruh di gudang, lalu dihancurkan. Mungkin untuk dimanfaatkan bagian-bagiannya,” tutur Sutisna menerangkan.

Yang jelas, ini adalah kali pertama potongan pesawat sebesar itu bisa terbang dan menimpa permukiman. “Baru kali ini terjadi. Kami juga kaget. Puting beliungnya terjadi sangat singkat, nggak sampai dua menit,” kenangnya.

Keluhan Warga yang Terdampak

Di antara korban, ada Ayi (28 tahun). Atap rumahnya penyok dan bolong ditimpa sayap pesawat. Situasinya jadi serba salah. Setiap kali hujan turun, air dengan mudahnya masuk dan membanjiri bagian dalam rumah.

“Banjir, iya. Soalnya kita belum bisa nutup atapnya. Kan masih ada itu di atas, masih ada sayapnya,” keluh Ayi di rumahnya.

Ayi merasa kesal karena puing pesawat itu belum juga diangkat. Hal itu menghalanginya untuk segera memperbaiki rumah. Harapannya cuma satu.

“Penginnya sih cepat-cepat diangkat. Biar warga juga bisa benahin rumahnya,” ujarnya berharap.

Sekarang, semua mata tertuju pada kerja tim evakuasi dengan crane-nya. Warga menunggu, sambil berharap cuaca tetap cerah dan hujan tak datang sebelum atap mereka kembali tertutup.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar