Kehidupan memang berubah. Setelah punya anak, energinya tentu beda. Akhirnya, Tania dan keluarganya memilih merayakan tahun baru dengan cara yang lebih sederhana. Tapi justru di situlah letak kehangatannya.
Menurut Tania, momen tahun baru terasa lebih santai ketimbang Lebaran. Soalnya, nggak ada beban harus menyiapkan bingkisan atau THR. Obrolannya pun mengalir begitu saja, tanpa tekanan. Rasanya memang lebih intim.
Di sisi lain, ada juga kisah dari Reni Lorinda (32). Bagi keluarganya, pergantian tahun adalah waktu untuk berkumpul lalu berdoa bersama. Tradisi syukur ini sudah dijalani sejak awal pernikahannya dan tetap bertahan sampai sekarang, ketika anaknya menginjak usia tiga tahun.
Buat Reni, malam tahun baru adalah saat yang tepat untuk introspeksi. Merenungi perjalanan setahun, mengambil hikmah, lalu menyusun harapan untuk hari esok.
“Waktu berlalu begitu cepat, banyak kekurangan dan kesalahan yang dilakukan di tahun lalu. Semoga tahun depan bisa jadi lebih baik, nggak mengulang kesalahan dan kekhilafan sebelumnya, serta diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, keberkahan, kesuksesan, dan kebaikan,” tuturnya.
Intinya sih, apapun tradisinya mulai dari yang heboh sampai yang sederhana yang paling berkesan tetaplah rasa kebersamaan itu. Itu yang bikin kita selalu rindu untuk mengulanginya lagi, tahun demi tahun.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Waterboom Grand Mall Maros Tawarkan Wahana Air Terjangkau di Dekat Makassar
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis