Bupati dan Kapolres Sintang Ajak Masyarakat Ganti Pesta dengan Berbagi

- Senin, 29 Desember 2025 | 12:36 WIB
Bupati dan Kapolres Sintang Ajak Masyarakat Ganti Pesta dengan Berbagi

Pontianak - Suasana di Balai Kemitraan Polres Sintang, Senin (29/12/2025) lalu, terasa khidmat usai Doa Lintas Agama. Namun, pesan yang dibawa oleh dua pemimpin daerah justru mengalir hangat dan relevan, tepat menyambut detik-detik pergantian tahun. Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, dan Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, tampil bersama. Intinya satu: mengajak masyarakat menyambut tahun baru dengan lebih sederhana dan penuh kepedulian.

Bupati Bala membuka pembicaraan dengan nada syukur. Menurutnya, pergantian tahun memang momen tepat untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui. Tapi, di tengah rencana pesta dan sukacita, ada hal penting yang tak boleh luput.

“Menjelang tahun baru tentu kita berbahagia dan bersyukur karena satu tahun sudah berlalu. Namun kita juga harus ingat, ada saudara-saudara kita yang sedang berduka. Karena itu, pesta yang terlalu meriah sebaiknya tidak dilakukan,” ujar Bupati.

Ia secara khusus menyoroti kondisi saudara-saudara di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Rasa bahagia kita, katanya, sebaiknya diwujudkan dalam bentuk yang lebih nyata.

“Kalau ada sedikit rezeki, mari kita berbagi, terutama untuk kawan-kawan kita yang sedang mengalami musibah,” tambahnya.

Ajakan serupa datang dari Kapolres. AKBP Sanny Handityo lantas memberi contoh konkret. Euforia perayaan, seperti membakar kembang api yang berisiko dan menghabiskan biaya, menurutnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih bermakna.

“Mungkin euforia kembang api bisa kita ganti dengan menyumbangkan sesuatu untuk teman-teman kita di Sumatera. Hal itu tentu akan jauh lebih bermanfaat,” ungkap Kapolres.

Namun begitu, bukan berarti tahun baru harus dilewati dengan muram. Sanny Handityo menegaskan bahwa sukacita dan evaluasi diri bisa berjalan beriringan.

“Kita rayakan pergantian tahun dengan ceria dan bahagia, sekaligus mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan sepanjang tahun ini, agar tahun depan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Pesan dari kedua tokoh itu terasa seperti angin segar di tengah hingar-bingar yang biasa menyertai malam tahun baru. Mereka tak melarang perayaan, tetapi mengajak semua pihak untuk merayakannya dengan cara yang lebih berempati. Dengan kepala dingin dan hati yang terbuka, menyongsong tahun baru tentu akan terasa lebih bermakna.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar