Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat lembaga penegak hukum untuk menekan kebocoran keuangan negara mendapat respons positif dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut menilai arahan kepala negara merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Tanah Air.
Ketua KPK Setyo Budiyanto, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis (4/6/2026), menyatakan bahwa pernyataan presiden mencerminkan ketegasan dan komitmen yang kuat. “Sebenarnya kami melihatnya dari sisi pernyataan beliau menunjukkan sebuah komitmen, ya ketegasan, kemudian dukungan terhadap proses pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujarnya.
Menurut Setyo, komitmen tersebut tidak hanya sekadar retorika. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak ada intervensi terhadap aparat penegak hukum, dan berbagai langkah serius telah dilakukan oleh pemerintah. “Saya yakin bagaimana pernyataan beliau kemudian terbukti dari beberapa hal. Kemudian juga tidak ada intervensi terhadap aparat penegak hukum, keseriusan, dan banyak hal yang sudah dilakukan,” imbuhnya.
Setyo mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mengkaji arahan presiden bersama seluruh jajaran deputi. Kajian itu mencakup inventarisasi kebutuhan sumber daya manusia, anggaran, serta dukungan operasional lainnya yang diperlukan untuk memperkuat kinerja lembaga. “Tentu kami akan menginventarisasi kira-kira kebutuhan-kebutuhan apa. Apakah dari sisi sumber daya manusia, apakah dari sisi anggaran, pembiayaan kegiatan, dan lain-lain. Atau mungkin dukungan-dukungan operasional yang lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, proses pembahasan akan melibatkan seluruh kedeputian di lingkungan KPK. “Pasti kan kami akan melibatkan seluruh Kedeputian bagaimana kita atau kami menyikapi arahan atau perintah Bapak Presiden yang sudah disampaikan pada tanggal 3 kemarin,” ujar Setyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan tiga institusi, yakni Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), KPK, dan Kejaksaan Agung, dalam mengatasi permasalahan kebocoran uang negara. Hal itu disampaikan dalam rapat konsolidasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan pernyataan tegas kepada para pimpinan lembaga. “Kalau Saudara merasa Saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba aja. Kepala BPKP, apa yang kau butuh, kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi,” kata Presiden.
Presiden juga secara khusus memanggil Setyo Budiyanto dan berjanji akan memenuhi segala kebutuhan yang diajukan KPK. “Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor saya penuhi,” ujar Prabowo di hadapan para peserta rapat.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Kode Malaikat untuk Pembagian Uang Pemerasan ke Pejabat Imipas, Silmy Karim Jadi Tersangka
Indonesia U-19 Ungguli Timor Leste 1-0 di Babak Pertama Piala AFF U-19
Presiden Prabowo Lantik Nanik Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Petinggi yang Jadi Tersangka
400 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Amankan Konser Iwan Fals di Stadion Oepoi Kupang