Gaya Aziz memang begitu. Sejak mendampingi HRS secara hukum, ia kerap menyampaikan kritik pada pemerintah dengan bahasa yang lugas dan penuh metafor. Kadang sarkastik, selalu menusuk. Dan kali ini, sindiran "arena sirkus" itu benar-benar menyita perhatian.
Menurut pengamat politik Rokhmat Widodo, ungkapan itu bukan sekadar ledekan biasa. Ia melihatnya sebagai gambaran nyata tentang kekuasaan yang lebih mengutamakan pencitraan dan sensasi. Politik dianggap berubah jadi tontonan, lebih mementingkan hiburan ketimbang subtansi kepemimpinan yang sebenarnya.
Di sisi lain, sampai berita ini dibuat, belum ada tanggapan resmi dari Istana atau tokoh yang diduga menjadi sasaran. Tapi di dunia maya, reaksi warganet sudah beragam banget. Ada yang setuju dan bersorak, tak sedikit pula yang mencela pernyataan Aziz dianggap terlalu jauh.
Bagaimanapun, dalam dinamika politik nasional yang terus bergolak, pernyataan seperti ini menunjukkan satu hal: ruang untuk mengkritik kekuasaan tetap hidup. Meski kerap disampaikan dengan bahasa simbolik yang tajam dan satir, suara-suara itu terus ada. Menandai suasana, mengingatkan semua pihak.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur
Ahli: Konsumsi BBM Berlebih Picu Bencana Iklim dan Ancaman bagi Generasi Mendatang
SBY Desak PBB Tarik Pasukan Perdamaian dari Zona Perang Lebanon Usai Tiga Prajurit TNI Gugur
Menteri Amran Segera Tandatangani Penyaluran Beras SPHP Kemasan 2 Kg