Iran kembali menunjukkan cakarnya. Kali ini, serangkaian serangan dilancarkan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur di beberapa negara Teluk tepatnya Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait. Tak cuma itu, sejumlah bangunan sipil juga dikabarkan ikut rusak. Situasinya makin panas.
Di Abu Dhabi, pihak berwenang sedang berjibaku memadamkan kobaran api. Lokasinya di sebuah pabrik petrokimia Borouge, yang terletak di kawasan industri Ruwais, pesisir barat laut UEA.
“Pihak berwenang sedang menanggapi beberapa kebakaran di pabrik petrokimia Borouge, yang disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan setelah keberhasilan pencegahan oleh sistem pertahanan udara,”
Demikian pernyataan resmi dari kantor media pemerintah setempat, seperti dilaporkan AFP, Minggu (5/4/2026). Untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, sejauh mana kerusakan yang terjadi masih dalam proses investigasi.
“Operasi di fasilitas tersebut telah segera dihentikan sementara kerusakan sedang dinilai. Tidak ada laporan korban luka,”
tambah pernyataan itu. Sebelumnya, kementerian pertahanan UEA memang telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menghadapi serangan rudal dan drone.
Lalu bagaimana dengan Kuwait? Situasinya tak kalah rumit. Militer Iran, lewat laporan kantor berita resmi IRNA pada Sabtu, dengan terang-terangan menyebut mereka menargetkan "industri aluminium" di UEA dan infrastruktur militer AS yang berada di Kuwait.
Sebelum pengumuman itu keluar, Kementerian Listrik dan Air Kuwait sudah lebih dulu melaporkan kerusakan. Dua pembangkit listrik dan unit desalinasi air mereka mengalami kerusakan material yang signifikan akibat hantaman drone Iran. Akibatnya, dua unit pembangkit terpaksa ditutup.
Ini berbahaya. Ancaman dari Teheran ternyata juga menyasar instalasi desalinasi fasilitas yang jadi tulang punggung pasokan air bagi negara-negara gurun di kawasan Teluk. Gangguan di sini bisa berdampak luas.
Serangan juga merembet ke Bahrain. Di sana, sebuah serangan drone memicu kebakaran hebat di tangki penyimpanan milik perusahaan energi Bahrain, Bapco Energies. Kabar baiknya, api berhasil dipadamkan.
“Bapco Energies mengkonfirmasi insiden yang terjadi di salah satu fasilitas penyimpanannya hari ini yang mengakibatkan kebakaran tangki, sebagai akibat dari serangan drone Iran yang bermusuhan,”
kata perusahaan itu, tanpa merinci lokasi pastinya. Mereka menambahkan, “Api telah sepenuhnya dipadamkan, dan situasinya terkendali. Kerusakan saat ini sedang dinilai dan dievaluasi. Tidak ada laporan cedera.”
Serangan balasan Iran ini sepertinya bukan hal mendadak. Mereka telah berulang kali mengancam akan menyasar infrastruktur sipil negara-negara Teluk. Latar belakangnya? Serangan gabungan AS dan Israel sebelumnya juga telah menghantam target-target penting bagi ekonomi Republik Islam tersebut.
Memang, ketegangan sudah memuncak. Sehari sebelumnya, pada Sabtu, sebuah serangan di pusat petrokimia Iran barat daya sendiri menewaskan lima orang. Wakil gubernur provinsi Khuzestan yang mengonfirmasinya. Sebuah lingkaran kekerasan yang tampaknya belum akan berakhir.
Artikel Terkait
Mobil Anggota DPR Gus Hilman Tabrak Dump Truck di Tol Paspro, Dua Staf Tewas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar pada Minggu
Real Madrid Tutup Musim dengan Kemenangan 4-2 atas Athletic Club, Laga Perpisahan Carvajal dan Alaba
Penumpang Wanita Tampar dan Tendang Penumpang Lain di Angkot Jaklingko, Polisi Amankan Terduga Pelaku