Kabupaten Agam kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah bunga bangkai raksasa (Amorphopallus titanum) mekar dengan sempurna di Koto Rantang, Kecamatan Palupuh. Fenomena alam yang singkat ini rupanya berhasil memikat perhatian para pelancong dari berbagai penjuru dunia.
Menurut Joni Hartono, seorang pegiat wisata setempat, bunga langka itu berada di lahan perkebunan warga Batang Palupuh.
"Bunganya sedang dalam kondisi puncak, mekar sempurna. Sayangnya, cuma bertahan beberapa hari saja sebelum akhirnya layu dan membusuk," ujar Joni, Minggu (5/4/2026).
Ia menambahkan, momentum langka ini langsung dimanfaatkan. Joni aktif mempromosikannya ke berbagai biro perjalanan dan hotel.
"Hasilnya, puluhan wisatawan sudah datang ke dua lokasi mekar bunga bangkai. Mereka antusias sekali," tuturnya.
Dan memang, antusiasme itu terlihat nyata. Setidaknya, belasan wisatawan asal Malaysia, Rusia, dan Prancis telah menyempatkan diri datang langsung. Mereka ingin menyaksikan sendiri keajaiban botani ini sebelum hilang.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama terjadi. Di akhir Maret lalu, bunga serupa juga mekar di area Padang Hijau yang letaknya tak jauh dari sini. Saat itu, pengunjungnya datang dari Ceko, Slovenia, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Rasa senang dan perasaan beruntung jelas terpancar dari mereka. Bagaimana tidak? Bunga ini punya siklus hidup yang unik. Butuh waktu bertahun-tahun, bisa 3 sampai 5 tahun, untuk menunggu satu kali mekar. Dan masa mekarnya sendiri sangat singkat, hanya hitungan hari.
Di sisi lain, status bunga ini bukan main-main. Ade Putra, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumatera Barat, menegaskan bahwa Amorphopallus titanum adalah puspa langka yang dilindungi undang-undang.
"Perlindungannya jelas, berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 yang sudah diubah dengan UU No. 32 Tahun 2024. Intinya, bunga ini tidak boleh dirusak atau diganggu," tegas Ade.
Jadi, selain menjadi tontonan yang memukau, bunga bangkai ini juga adalah sebuah titipan yang harus dijaga. Sebuah pertunjukan alam yang mahal harganya, sekaligus pengingat akan kekayaan hayati negeri yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Panglima TNI Izinkan Prajurit Bantu Polri Berantas Aksi Begal di Sejumlah Wilayah
PT KCN Salurkan 33 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat Cilincing dan Marunda Sambut Iduladha
Survei: 70 Persen Anak Muda Lebih Pilih Chat daripada Angkat Telepon, Kecemasan Jadi Faktor Utama
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan