Iran kembali menunjukkan cakarnya. Kali ini, serangkaian serangan dilancarkan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur di beberapa negara Teluk tepatnya Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait. Tak cuma itu, sejumlah bangunan sipil juga dikabarkan ikut rusak. Situasinya makin panas.
Di Abu Dhabi, pihak berwenang sedang berjibaku memadamkan kobaran api. Lokasinya di sebuah pabrik petrokimia Borouge, yang terletak di kawasan industri Ruwais, pesisir barat laut UEA.
“Pihak berwenang sedang menanggapi beberapa kebakaran di pabrik petrokimia Borouge, yang disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan setelah keberhasilan pencegahan oleh sistem pertahanan udara,”
Demikian pernyataan resmi dari kantor media pemerintah setempat, seperti dilaporkan AFP, Minggu (5/4/2026). Untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, sejauh mana kerusakan yang terjadi masih dalam proses investigasi.
“Operasi di fasilitas tersebut telah segera dihentikan sementara kerusakan sedang dinilai. Tidak ada laporan korban luka,”
tambah pernyataan itu. Sebelumnya, kementerian pertahanan UEA memang telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menghadapi serangan rudal dan drone.
Lalu bagaimana dengan Kuwait? Situasinya tak kalah rumit. Militer Iran, lewat laporan kantor berita resmi IRNA pada Sabtu, dengan terang-terangan menyebut mereka menargetkan "industri aluminium" di UEA dan infrastruktur militer AS yang berada di Kuwait.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN