Oleh: Aan Muzhar
SUMATERA SELATAN Persiapan buka jalan tol menjelang Lebaran 2026 makin digenjot. Salah satu ruas yang ditunggu-tunggu, Palembang–Betung, sedang disiapkan untuk beroperasi fungsional. Targetnya, arus mudik tahun depan bisa lebih lancar.
Nah, sebagai bagian dari persiapan itu, Hutama Karya baru saja menggelar Uji Laik Fungsi untuk Jembatan Musi V. Pengujian berlangsung dua hari, 4 sampai 5 Maret kemarin. Ini langkah krusial. Soalnya, sebelum dilewati ribuan kendaraan, keamanan dan kelayakan struktur jembatan harus dipastikan dulu.
Acara pengujian itu ramai dihadiri para pejabat terkait. Hadir antara lain perwakilan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, Iswandi Imran. Lalu ada Kepala Balai Jembatan Khusus dan Terowongan, Armen Adekristi, serta Panji Krisna Wardana dari BBPJN Sumsel. Dari pihak Hutama Karya sendiri, Project Director-nya, Fakhrudin, turut memantau langsung.
Jembatan Musi V ini posisinya strategis. Ia membentang di atas Sungai Musi, menjadi penghubung vital antara Kota Palembang dan Betung di Banyuasin. Nantinya, jaringan ini akan terintegrasi dengan tol menuju Jambi. Jadi, perannya cukup signifikan untuk konektivitas regional.
Dari segi konstruksi, jembatan ini memakai tipe Box Girder beton dengan metode Balanced Cantilever. Metode ini dipilih untuk kekuatan optimal, mengingat bentangnya yang panjang di atas sungai. Tujuannya jelas: memastikan stabilitas jangka panjang.
Lalu, seperti apa uji laik fungsi itu dilakukan? Tim teknis memeriksa semuanya. Mulai dari kelengkapan dokumen, kondisi visual jembatan, sampai uji beban baik dinamis maupun statis. Intinya, mereka membandingkan hasil konstruksi dengan desain awal, memastikan tak ada yang melenceng. Semua elemen struktur dicek satu per satu.
Dengan rangkaian pengujian tadi, diharapkan jembatan ini benar-benar siap menanggung beban lalu lintas nantinya. Standar keselamatan tentu jadi prioritas utama.
Menurut Hamdani, Plh. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, komitmen mereka adalah memastikan setiap tahap pembangunan memenuhi standar. Pernyataannya disampaikan Selasa (10/3/2026).
"Kami berkomitmen penuh agar setiap tahapan memenuhi standar keselamatan dan kualitas. Harapannya, masyarakat bisa merasakan kenyamanan saat mudik Lebaran 2026 nanti," ujar Hamdani.
Dibukanya ruas tol ini secara fungsional diharapkan bisa meredam kepadatan di jalur nasional yang selama ini jadi andalan. Waktu tempuh pun diharapkan lebih efisien, tak hanya bagi warga Sumsel, tapi juga wilayah sekitarnya.
Lebih jauh, kehadiran jalan tol ini diyakini bakal memperkuat konektivitas. "Ke depan, Palembang–Betung diharapkan bisa memperlancar distribusi logistik dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Trans Sumatera," tambah Hamdani.
Jadi, semua mata kini tertuju pada kesiapan infrastruktur ini. Mudik 2026, diharapkan cerita macet panjang bisa sedikit terurai.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Sembilan Orang, Lima di Antaranya Polisi
Anggota DPR Desak Polisi Tindak Tegas Debt Collector yang Tipu Ambulans dan Damkar demi Tagih Utang
Muhammad Awaluddin Resmi Ditunjuk sebagai Direktur Utama Jasa Raharja