Soal Khaled Meshaal, baru-baru ini ia sempat diwawancarai oleh Jeremy Scahill dan Jawa Ahmad dari Drop Site. Pertemuan itu berlangsung di Doha pada 11 Desember lalu. Sebagai anggota pendiri dan wajah internasional Hamas, Meshaal menyampaikan pesan keras kepada pemerintahan Amerika Serikat.
“Sayangnya, salah satu masalah dengan pemerintahan AS adalah mereka memprioritaskan kepentingan Israel lebih daripada kepentingan Amerika Serikat sendiri,” ujarnya.
“Saya hanya menyerukan kepada rakyat Amerika dan pemerintahan AS untuk menilai berdasarkan kepentingan Amerika, bukan kepentingan Israel,” tambah Meshaal dalam wawancara tersebut.
Ia mendesak Presiden Trump untuk secara tegas mengakhiri perang pemusnahan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Menurutnya, langkah itu bisa membuka babak baru dalam hubungan AS dan Palestina. Wawancara lengkapnya sendiri telah beredar luas, termasuk melalui cuitan dari akun Drop Site yang memuat ringkasan berita ini.
Artikel Terkait
Kepatuhan LHKPN DPR Terendah, Hanya 55,14% yang Lapor
Gubernur Malut Kunjungi Makassar untuk Pelajari Strategi Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi
Ramadhan Sananta Dihujat Rasis Usai Laga, Gelombang Kecaman Bergulir
Anggota DPR Nilai PP TUNAS Bentuk Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak