Krisis Chip Global 2025: Honda Hingga Nissan Hentikan Produksi, Ini Penyebabnya

- Minggu, 02 November 2025 | 16:45 WIB
Krisis Chip Global 2025: Honda Hingga Nissan Hentikan Produksi, Ini Penyebabnya

Krisis Chip Global Ancam Produksi Mobil, Honda Hingga Nissan Terdampak

Industri otomotif global kembali menghadapi krisis pasokan chip yang mengancam rantai pasok dunia. Produsen mobil terkemuka seperti Honda dan Nissan terpaksa mengurangi bahkan menghentikan produksi di beberapa pabrik mereka akibat terhentinya pasokan komponen semikonduktor dari Nexperia.

Sengketa Belanda-China Picu Krisis Chip Otomotif

Krisis ini dipicu oleh sengketa antara Belanda dan China atas kepemilikan Nexperia. Perusahaan semikonduktor yang berbasis di Belanda namun dimiliki China ini kini diambil alih oleh pemerintah Belanda dengan alasan keamanan ekonomi nasional. Sebagai respons, China memberlakukan larangan ekspor komponen chip ke Nexperia.

Dampak Langsung pada Produksi Mobil Global

Honda Motor Co telah mengkonfirmasi pengurangan dan penangguhan produksi di beberapa pabrik Amerika Utara. Pabrik Honda di Kanada mengurangi produksi hingga 50%, sementara fasilitas produksi di Meksiko terpaksa ditutup sementara.

Menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa (EMEA), produsen mobil di Eropa mengandalkan cadangan chip yang semakin menipis dan terancam menghentikan produksi dalam hitungan hari. Sementara di Amerika Serikat, Asosiasi Produsen Motor & Peralatan (MAE) memperingatkan dampak signifikan terhadap produksi kendaraan dalam beberapa minggu mendatang.

Strategi Produsen Mobil Hadapi Kelangkaan Chip

Toyota Motor Corp, produsen mobil terbesar dunia, mengklaim hanya mengalami dampak kecil sejauh ini. Namun situasi berbeda dihadapi Nissan Motor Co yang hanya memiliki pasokan chip cukup hingga minggu pertama November 2025.

Nexperia merupakan pemasok kritis komponen semikonduktor untuk sistem kontrol kendaraan, termasuk fungsi dasar seperti wiper kaca depan dan kontrol jendela. Kelangkaan komponen ini mengancam operasional seluruh rantai pasok industri otomotif global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar