Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi elemen krusial bagi lulusan program pemagangan nasional, berfungsi sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar kerja. Pemerintah, menurutnya, telah memfasilitasi pemberian sertifikasi ini secara gratis kepada para peserta yang telah menyelesaikan program sebagai bentuk apresiasi dan modal awal memasuki dunia profesional.
"Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta," ujar Yassierli dalam keterangannya saat meninjau pelaksanaan program pemagangan di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (6/5). Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli mengungkapkan bahwa sebagian peserta magang telah terserap sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka berlatih, sementara lainnya masih dalam tahap evaluasi. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa dunia usaha benar-benar mempertimbangkan kontribusi nyata peserta selama masa pemagangan. Perusahaan, lanjut dia, memiliki parameter objektif dalam menentukan standar sumber daya manusia yang akan direkrut guna mendukung produktivitas.
"Perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata. Manfaatkan masa magang ini untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi sebagai profesional," kata Yassierli mengingatkan para peserta. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pengelola program, peserta, dan perusahaan mitra, seraya berharap sinergi tersebut dapat terus terjaga guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
"Dengan kombinasi pengalaman kerja lapangan dan sertifikasi kompetensi, pemerintah optimistis kualitas tenaga kerja nasional akan semakin selaras dengan dinamika industri," ucapnya menambahkan.
Salah satu peserta magang, Sofi Khairunnisa (23), yang ditempatkan di bagian administrasi gudang (warehouse administration), mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Ia menilai lingkungan kerja memberikan kesempatan untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.
"Program magang ini sangat berbeda dengan teori di kampus. Lingkungan warehouse lebih dinamis dan fleksibel, sehingga saya dapat melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat serta beradaptasi di lapangan," kata Sofi.
Saat ini, sebanyak 32 peserta magang dari Batch 2 dan Batch 3 telah ditempatkan di berbagai posisi di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri. Mereka tersebar mulai dari bidang administrasi hingga teknis, seperti Continuous Improvement (CI) yang berfokus pada efisiensi produksi dan pemeliharaan mandiri.
Artikel Terkait
Menkeu Targetkan Alokasi Dana ke Daerah Naik Rp90 Triliun pada 2027
Pria Lansia di Bogor Ditemukan Tewas Gantung Diri di TPU, Diduga Stres Ditinggal Istri
DPR dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia
Hujan Deras Rendam Puluhan Titik di Surabaya, BPBD Jatim Kerahkan Penyedotan