Ali Ardestani, seorang pria Iran, telah dieksekusi mati. Otoritas di sana menuduhnya sebagai mata-mata yang bekerja untuk Mossad, dinas intelijen Israel. Vonis hukuman mati itu sudah disetujui Mahkamah Agung, dan eksekusi dilaksanakan melalui prosedur hukum yang mereka jalankan.
Menurut laporan dari Mizan, outlet media yang dikelola otoritas kehakiman Iran, Ardestani didakwa melakukan spionase. Dia dituduh memberikan informasi sensitif negara kepada pihak Israel.
"Hukuman mati terhadap Ali Ardestani atas kejahatan spionase untuk mendukung dinas intelijen Mossad, dengan memberikan informasi sensitif negara ini, telah dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung dan melalui prosedur hukum,"
begitu pernyataan Mizan, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/1/2026).
Ini bukan kasus tunggal. Iran dan Israel sudah lama terlibat dalam perang bayangan yang berlarut-larut, puluhan tahun mungkin. Akibatnya, banyak orang di Iran yang berakhir di tiang eksekusi dengan tuduhan serupa didakwa menjadi kaki tangan atau informan bagi Mossad.
Namun begitu, ada peningkatan yang cukup mencolok belakangan ini. Sepanjang tahun lalu, jumlah eksekusi terhadap warga Iran yang dituduh sebagai mata-mata Israel melonjak signifikan.
Peningkatan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan langsung antara Teheran dan Tel Aviv. Konfrontasi itu memuncak sekitar Juni tahun lalu, ketika militer Israel dilaporkan menyerang sejumlah fasilitas nuklir dan militer Iran. Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, juga disebut ikut bergabung dalam pengeboman terhadap situs-situs nuklir Iran. Situasi itu rupanya membuat atmosfer di dalam negeri Iran semakin tegang, dan hukuman bagi yang dianggap pengkhianat pun jadi lebih keras.
Artikel Terkait
Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 dalam Derbi London Utara
Polres Bogor Tetapkan Pengendara Motor Lawan Arah Tersangka Kecelakaan Maut
Petir Sambar Rumah di Serang, Pemilik Terpental Namun Selamat
Everton Hadapi Manchester United di Hill Dickinson Stadium dengan Misi Double dan Tekanan Kandang