AS dan Israel Sepakati Rencana Serangan Kilat ke Iran

- Selasa, 27 Januari 2026 | 16:40 WIB
AS dan Israel Sepakati Rencana Serangan Kilat ke Iran

Channel 14, salah satu media Israel, baru-baru ini mengungkap laporan menarik. Intinya, Amerika Serikat dan Israel konon sudah punya persetujuan bersama. Mereka siap melancarkan serangan yang cepat dan keras terhadap Iran, jika situasinya memaksa.

Nah, pertemuan pentingnya sendiri terjadi hari Minggu lalu di Tel Aviv. Di sana, Komandan CENTCOM AS, Brad Cooper, duduk bersama dengan sejumlah pejabat tinggi militer Israel. Agendanya beragam, tapi salah satu topik panas yang dibahas tentu saja soal Iran.

Menurut Channel 14 yang memberitakannya Minggu malam, suasana pertemuan itu cukup harmonis. Para pihak yang hadir disebut-sebut punya pandangan yang nyaris sama dan sepakat untuk terus mempererat kerja sama militer kedua negara. Laporan ini juga dikutip oleh Middle East Monitor pada Selasa (27/1/2026).

Di sisi lain, dalam pertemuan itu pejabat AS mengakui satu hal. Mempersiapkan segala sesuatunya secara penuh untuk menghadapi Iran memang butuh waktu. Tapi mereka juga menekankan pesan yang jelas: Washington selalu siap untuk mengambil langkah-langkah spesifik jika diperlukan.

Cooper sendiri, saat membahas kemungkinan serangan ke Iran, punya penekanan khusus. Menurut keterangan yang dirilis Kantor Berita Ma'an asal Palestina, pemikiran AS bertumpu pada operasi yang harus cepat, mendadak, dan bersih. Itu poin utamanya.

Selain soal metode serangan, ada pula pembicaraan tentang tujuan yang lebih luas. Para pejabat Amerika itu percaya bahwa perubahan rezim di Tehran saat ini adalah sebuah kebutuhan mendesak. Kalau pun serangan benar-benar terjadi, sasaran yang akan dibidik diperkirakan adalah para pihak yang dianggap bertanggung jawab melukai warga sipil dan para demonstran.

Secara terpisah, sang komandan CENTCOM itu kembali menegaskan komitmennya. Dalam pernyataan yang disiarkan ulang oleh Channel 14, Cooper menegaskan Amerika Serikat berjanji melindungi sekutu-sekutunya di Timur Tengah, termasuk tentu saja Israel. Mereka tidak akan dibiarkan terluka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar