Insiden di Ketapang, Kalimantan Barat, di mana sejumlah Warga Negara China terlibat penyerangan terhadap prajurit TNI dan karyawan perusahaan, kembali memantik perdebatan panas. Bagi banyak pengamat, kejadian ini bukanlah hal yang berdiri sendiri. Ada pola yang berulang.
Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, punya pandangan keras soal ini. Menurutnya, akar masalahnya jelas: kebijakan pemerintah Jokowi yang dianggapnya terlalu membuka pintu lebar-lebar.
Ucap Saiful kepada RMOL, Minggu lalu. Intinya, pemerintah dinilai memberi angin segar berlebihan.
Kalau saja tidak ada kelonggaran-kelonggaran itu, mungkin situasinya akan berbeda. Begitu kira-kira argumennya. Tapi faktanya, yang terjadi justru sebaliknya. Insiden demi insiden terus bermunculan, seolah mengkonfirmasi kekhawatiran banyak pihak.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Kritik Penanganan Kasus Korupsi Videografer Rp30 Juta
Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Mengingatkan Tradisi Penyamaran Soekarno
Kepatuhan LHKPN DPR Terendah, Hanya 55,14% yang Lapor
Gubernur Malut Kunjungi Makassar untuk Pelajari Strategi Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi